Pernikahan Adat Batak

Sebenarnya tulisan ini ada komentar dari appara Rivai Sihombing (sebagai penghargaan saya terhadap komentar ini sengaja linknya saya set rel=”friend”) mengenai Pernikahan adat batak yang di posting di artikel Orang Batak yang Menikah Tanpa Adat Batak berikut lengkapnya Ketika saya hendak menikahpun, sebagai orang pria Batak – saya langsung dihadapkan dengan segala bentuk adat istiadat Batak. […]

Asal Usul Marga Sihombing Lumbantoruan

Lumbantoruan merupakan salah satu marga dari suku Batak, diwarisi oleh semua yang bermarga Lumbantoruan, baik lelaki maupun wanita dari garis keturunan Bapak secara turun-temurun. Lumbantoruan yang pertama bergelar BORSAK SIRUMONGGUR, merupakan anak kedua dari Sihombing yang mempunyai 4 orang anaklaki-laki dengan urutan sebagai berikut:
Silaban gelar Borsak Junjungan
Lumbantoruan gelar Borsak Sirumonggur
Nababan gelar Borsak Mangatasi
Hutasoit gelar Borsak Bimbinan.
Marga yang diwarisi oleh keturunan masing-masing adalah Silaban, Lumbantoruan, Nababan, dan Hutasoit. Keempat gelar tersebut sering dipakai sebagai nama perkumpulan marga oleh keturunan yang bersangkutan di perantauan, atau sebagai nama nenek moyang dari marga yang bersangkutan. Misalnya marga Lumbantoruan, pomparan (keturunan) dari Borsak Sorumonggur.

Tipang, Bonapasogit Raja Sumba

Berbatas sebelah timur dengan danau Toba, sebelah selatan dengan Bakkara, sebelah barat dengan sisi terjal bukit arah Siria-ria dan sebelah utara dengan Janjiraja, disanalah terletak Negeri Tipang yang indah permai. Sama halnya dengan semua tempat yang terletak dibibir danau Toba yang amat permai pemandangan alamnya, tapi bagi sebagian orang khususnya marga Simamora dan Sihombing, Negeri Tipang adalah tempat yang merupakan bona pasogitnya.

Menurut Geografis Pemerintahan, Tipang terletak dalam wilayah Kecamatan Bakti Raja (Singkatan dari Bakkara, Tipang, dan Janiraja) Kabupaten Humbang Hasundutan dan saat ini dihuni oleh kira-kira 450 kepala keluarga dan 1.725 jiwa. Tadinya Tipang terdiri dari tiga desa, yaitu: Desa Tipang Dolok, Tipang Habinsaran, dan Tipang Hasundutan, tapi saat ini hanya tinggal satu desa saja.

Memohon Pasu-pasu pada Pesta Bona Taon

Semangat kebersamaan dan gotong-royong kini menjadi “budaya baru” internasional. Buktinya? Lihat saja kasus Aceh. Demikian banyak bangsa tanpa pandang agama, bendera politik, bahasa, warna kulit, ras, atau golongan bersatu hati, sepikiran, dan seperasaan bahu-membahu menolong rakyat dan recovery daerah yang mengalami bencana gempa dan tsunami sekaligus. Betapa damainya dunia kalau hal itu terus berlangsung.

MANORTOR

Batak dalam musik dunia

Demi menggugah masyarakat terhadap pelestarian Danau Toba melalui seni dan sekaligus juga menggali potensi seni Batak, Viky Sianipar, hadir dengan kreasi terbarunya dengan memadukan musik tradisonal Batak dengan musik modern. Album pria ini dirilis dengan tajuk Toba Dream dan didukung featuring artist, diantaranya Tetty Manurung, Victor Hutabarat, Johson Hutagalung, MSA Band, Megawati Sihombing, dan Maylaffayza.