Bapak yang Bijaksana

Alkisah seorang Bapak mempunyai sebidang tanah yang ingin ia wariskan kepada kedua anak lelakinya. Tetapi kedua anak itu masing-masing menginginkan bagian yang lebih besar daripada yang lain.
Untuk membuat mereka berdua senang, Bapak itu berkata kepada mereka:
Salah seorang dari kamu akan membagi tanah ini menjadi dua bagian, yang lain mempunyai hak untuk memilih yang pertama.

Maka diundilah siapa yang berhak membagi tanah tersebut dan yang berhak untuk memilih pertama. Anak yang ditunjuk untuk membagi tanah berusaha dengan sebaik mungkin untuk membagi tanah itu menjadi dua bagian yang sama besar, karena ia tidak mau menjadi pihak yang dirugikan. Sehingga bagaimanapun pilihan anak yang satu lagi, bagiannya tidak akan lebih besar daripada milik saudaranya. Ia berusaha membagi dua tanah tersebut sehingga ia merasa puas dan yakin keduanya sama besar. Akhirnya kedua anak lelaki itu puas dan begitu pula ayah mereka.

Luar biasa ide Bapak tersebut.  Sungguh baik pula bila kita dapat menerapkan prisnip adil seperti ini dalam kehidupan dan konteks permasalahan yang kita hadapi.

Pernahkah terpikirkan oleh kita
“Akankah suatu saat nanti saya menjadi seorang Bapakyang baik, yang adil?”
“Akankah saya menjadi seorang Bapak yang patut dipanut dan dicontoh?”
“Akankah saya bisa membahagiakan keluarga saya kelak?”

Bagaimana dengan kita? Bisakah kita menjadi kaum Bapak Batak yang Bijaksana bagi keluarga kita?

Iklan

2 Comments

  1. Ojak Rajagukguk
    Posted Maret 29, 2009 at 5:53 pm | Permalink

    That great story….

  2. David Djantua Smjtk
    Posted Juli 2, 2009 at 10:37 am | Permalink

    Susah menjadi orang yang bijak dalam hidup ini. Tapi yakin dan percaya kepadaNya akan membuat kita semakin tahu dan mengenal makna hidup ini. Gbu


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *
*
*

%d blogger menyukai ini: