Piso Surit

Piso dalam bahasa karo sebenarnya berarti pisau dan banyak orang mengira bahwa Piso Surit merupakan nama sejenis pisau khas orang karo. Sebenarnya Piso Surit adalah nama sejenis burung yang suka bernyanyi. Kicau burung ini bila didengar secara seksama sepertinya sedang memanggil-manggil seseorang dan kedengaran sangat menyedihkan.

Tarian Piso Surit adalah tarian yang menggambarkan seorang gadis yang sedang menantikan kedatangan kekasihnya. Penantian tersebut sangat lama dan menyedihkan dan digambarkan seperti burung Piso Surit yang sedang memanggil-manggil.

Lagu Piso Surit Diciptakan Oleh Djaga Depari salah seorang tokoh masyarakat karo sekaligus komponis nasional pada masa orde lama.

Iklan

11 Comments

  1. Posted Juni 2, 2008 at 2:25 pm | Permalink

    saya salut akan semua yang tertulis dalam web ini,semoga makin lengkap lagi tulisannnyan,klu saya ingin kirim tulisan gmn caranya?klu saya mau publikasikan web saya bisa yha?

    rapolo:: horas lae, salam kenal. kami sangat senang karena apa yang ada di web ini bermanfaat buat lae. kami sangat mengharapkan kiriman artikel yang berhubungan dengan batak dari lae. silahkan aja nge link ke sini. makasih banyak… mauliate

  2. Posted Juni 9, 2008 at 11:03 pm | Permalink

    wah….baru tau juga neh masalah piso surit…makasih infonya bang/tulang/oppung rap olo…….

    makasih banyak

    rapo olo: makasih juga bang/tulang/oppung parling dah mampir di blog ini

  3. frengky adi syahputra siregar silo
    Posted Juni 12, 2008 at 2:32 pm | Permalink

    oe kirim itru ke hp ku ok……

  4. Posted Juni 13, 2008 at 10:11 pm | Permalink

    SELAMATKAN HUTAN LINDUNG DAIRI

    http://tobadreams.wordpress.com/2008/06/13/gerakan-penyelamatan-hutan-lindung-dairi/

    Horas,

    Saat ini kawasan Hutan Lindung Register 66 di Batu Ardan, Desa Sopokomil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara sedang terancam dialih fungsikan. PT Dairi Prima Mineral sudah memasukkan pengajuan untuk mendapatkan izin dari Menteri Kehutanan untuk mengeksplorasinya.

    Kawasan hutan lindung tersebut adalah habitat harimau Sumatera dan 20 jenis tanaman langka. Menurut Walhi Sumatera Utara, saat ini harimau di kawasan itu tinggal sekitar 15 ekor. Sebagian besar sudah “mengungsi” ke Aceh Selatan, karena terusik oleh aktivitas penambangan seng dan timah hitam yang dilakukan PT Dairi Prima Mineral di perbatasan hutan lindung tersebut.

    Selain sebagai “rumah” hewan dan tanaman langka, hutan lindung tersebut adalah bagian dari sistem ciptaan Tuhan yang menjaga keseimbangan ekologi Danau Toba dan sekitarnya.

    Oleh karena itu kami merasa tergerak untuk mengajak semua warga negara Indonesia yang peduli kelestarian alam dan lingkungan hidup, terutama orang Batak di mana saja : mari kita selamatkan kawasan Hutan Lindung Register 66 di Batu Ardan, Desa Sopokomil, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

    Mari kita lakukan dengan segala cara yang mungkin dan sah untuk menekan Menteri Kehutanan, agar jangan mengeluarkan izin eksplorasi hutan lindung tersebut. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih meridhoi dan memberkati perjuangan kita.

    Jakarta, 13 Juni 2008

    Raja Huta & Suhunan Situmorang

    rap olo: horas lae/ ito.. gimana kalau tulisan ini di posting di blog ini?
    Makasih dah berkunjung ke blog ini

  5. Posted Agustus 2, 2008 at 1:28 am | Permalink

    setuju kalilah aku ini

  6. Posted Maret 12, 2009 at 11:41 am | Permalink

    Saya sangat tertarik dengan adanya salah satu wadah untuk saling tukar informasi mengenai adat batak,khususnya adat batak karo yang begitu cool huabis.kalo boleh aku sarankan adat karo harus bisa go nasional lagi.bukan hanya di lingkungan masyarakat batak karo saja tapi udah saatnya kita saling merangkul dan mengembangkan adat karo tersebut. bagi teman-teman kala muda karo yang sportif habis atau punya talen untuk di orbitkan manjadi orang yang dikenal boleh menghubungi saya di No 081346640104.bujur ras mejuah-juah kita kerina.Tuhan Dibata Simasu-masu.

  7. Ramos P Hutagalung
    Posted April 14, 2009 at 3:33 pm | Permalink

    Aku orang Batak Baru tau cerita itu

  8. Posted Juli 8, 2009 at 1:58 pm | Permalink

    horas lae. thx dah membuka wawasan ku neh. btw tambahkanlah hikayat dan atau cerita rakyat juga lagu daerah Tapsel, Paluta, Palas, Sipirok, kotapinang, Sipiongot dan Labuhan Batu. supaya nambah lengkap lagi lae blog ini. mauliate godang lae Rapo Olo.

  9. Aritonang
    Posted Oktober 4, 2009 at 12:56 pm | Permalink

    Bisa mnta chord piso surit g??????

    butuh bgt nih….

  10. aprinta bangun
    Posted Februari 7, 2010 at 6:28 pm | Permalink

    setuju…..kata bapakku sih mang itu nama burung,tapi sampek sekarang aku belum pernah liat bentuknya…ada yang punya fotonya g? kalo ad ak mau liat….Bujur

  11. ari christianto
    Posted Januari 25, 2011 at 7:56 am | Permalink

    lagu ini sangat menyentuh masyarakat karo


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *
*
*

%d blogger menyukai ini: