Hikayat Boru Napuan

Raja Mangatur (II) Manurung menikah dengan Nantiraja Boru Rumapea putri dari Pu Lahang Mahua Rumapea dari pulau Samosir. Raja Mangatur (II) Manurung adalah kakek dari Tuan Sogar Manurung. Pu Lahang Mahua Rumapea memiliki tiga orang putra dan tiga orang putri.

Ketiga orang putranya itu adalah

  1. Puraja Naginjang,
  2. Guru Badia
  3. Raja Natota.

Dan ketiga orang putrinya adalah :

  1. Nantiraja menikah dengan Raja Mangatur Manurung
  2. Nanti Malela menikah dengan marga Tamba/Saragi
  3. Siulatahi menikah dengan marga Sitanggang

Boru Nantiraja istri Raja Mangatur telah memiliki beberapa orang anak laki-laki dan adiknya Nantimalela yang menikah ke Tamba/Saragi telah memiliki beberapa orang anak perempuan. Ketika Nantiraja baru melahirkan anak lakilaki, beberapa hari kemudian, adiknya Nantimalela melahirkan seorang putri di Pulau Samosir. Nantiraja berangkat ke Samosir mengunjungi adiknya yang baru melahirkan, dan putranya yang baru lahir turut dibawa.

Nantiraja memangku putri adiknya itu, dan Nantimalela juga memangku putra kakaknya. Setelah puas melepas rindu dan kebahagiaan mereka, Nantiraja pulang ke Uluan. Diperjalanan, saat mengganti popok bayinya, dia menyadari bahwa bayi yang dipangkuannya adalah perempuan, dan sudah pasti adalah bayi adiknya Nantimalela. Nantimalela juga mengalami hal yang sama di Samosir, putra kakanya tertinggal dan putrinya terbawa. Setelah berita itu saling diketahui kedua belah pihak, akhirnya disepakati akan mengembalikan pada waktu ada kesempatan.

Lama kelamaan, mereka menyayangi bayi tersebut dan dianggap anak sendiri dan dibesarkan hingga dewasa. Marga yang mereka gunakan untuk anaknya itu adalah sesuai dengan marga suaminya masing-masing.

Putra Nantimalela yang dilahirkan Nantiraja tetap menggunakan marga Tamba/Tamba dan tinggal di Samosir.

Putri Nantiraja yang dilahirkan Nantimalela diberi nama Boru Napuan dengan gelar Boru Inggal-inggal dan dimanjakan dan disayang semua keluarga Manurung dan tetap menggunakan marga Manurung.

Setelah dewasa, Boru Napuan menikah dengan Raja Parmata Manunggal Damanik dari Sipolha. Manurung bersaudara mendapatkan berupa barang pusaka dari mertua Napuan karena Raja Parmata Manunggal adalah turunan orang berada dan seorang raja yang dihormati di Sipolha.

Iklan

30 Comments

  1. jenni R. P.
    Posted Januari 28, 2009 at 1:10 pm | Permalink

    kok ceritanya sampai di situ aja?

  2. SAMUEL SITORUS
    Posted Februari 7, 2009 at 3:42 pm | Permalink

    Horas, terima kasih atas ceritanya. Tetapi menurut saya mungkin ada yang salah dalam hal penulisan ” Raja Mangatur” Saudara tadi menuliskan Raja Mangatur adalah Marga Manurung. Setahu saya dan sesuai dengan yang tertulis di Tuga Raja Nairasaon yang di siBisa jelas tertulis :Raja mangatur keturunannya Sitorus, Sirait, Butar-butar. Raja Mangarerak keturunannya marga manurung. Terima kasih atas koreksinya. Mauliate

  3. rudi butarbutar
    Posted Maret 12, 2009 at 7:16 pm | Permalink

    kenapa ceritanya tidak lengkap…mohon dilengkapkan agar kami mengerti tentang marga batak

  4. chris manurung
    Posted April 8, 2009 at 11:16 pm | Permalink

    Horas ma di hita saluhutna!

    Untuk Lae Samuel Sitorus,silahkan Lae cek kembali tulisan mengenai cerita diatas.Jelas dimaksudkan bukanlah Raja Mangatur anak dari Raja Nairasaon,tetapi adalah keturunan dari Ompu Raja Toga Manurung,dari garis anaknya laki2 yang sulung,yaitu Ompu Raja Hutagurgur(sihahaan).Ada angka romawi untuk angka 2 yaitu II,yang ada dibelakang nama Mangatur II Manurung.Kesamaan nama atau gelar adalah hal yang wajar alias lumrah.Saya yakin bahwa nama tsb pastilah mengikuti nama atau gelar yang sudah ada sebelumnya,alias pastilah ada Raja Mangatur I sebelumnya.Dan mengambil nama atau gelar dari ayah,kakek atau bahkan leluhur kita sendiri adalah juga hal yang wajar,khususnya untuk orang Batak.

    Lae Sitorus sah2 saja untuk berpatokan pada catatan di monumen Raja Nairasaon,yang mengatakan bahwa Raja Mangatur anaknya adalah Raja Sitorus,Raja Sirait,Raja Butar-Butar.Karena di tarombo kami juga begitu adanya.Namun saya juga mau menyampaikan bahwa tarombo kita sekarang ini masih perlu direvisi mengingat kesimpang-siuran dan ketidak-samaan persepsi mengenai tokoh2 yang ada di tarombo Raja Nairasaon.Di tarombo Parsadaan Pomparan ni Raja Toga Manurung dohot Boruna (PATAMBOR),tertera disitu nama Raja Mangarerak Mangatur sebagai ayah dari Raja Toga Manurung.Ada lagi yang mengatakan bahwa ayah dari Raja Sitorus,Raja Sirait & Raja Butar-Butar adalah Raja Mardopang,juga ada yang menyebutkan Raja Sitorus I adalah ayah dari ketiga leluhur marga2 diatas.Bahkan ada yang menyatakan bahwa Raja Mangatur sebagai ayah Raja Toga Manurung,dan Raja Mardopanglah ayah ketiga marga diatas.Saya berpendapat bahwa kalau ada tokoh yang bernama Raja Mangatur II,pastilah ada tokoh Raja Mangatur I alias yang pertama memakai nama atau gelar tsb.Jadi tidaklah keliru jikalau ada yang berpendapat bahwa Raja Mangaturlah ayah dari Raja Toga Manurung,yang namanya dipakai lagi oleh keturunannya dari garis Raja Hutagurgur Manurung.Saya rasa sekian dulu dan kiranya Tuhan memberkati kita semua.Horas!

  5. nathan andrew
    Posted April 16, 2009 at 3:47 pm | Permalink

    untuk lae samuel sitorus…
    benar apa yang dikatakan oleh ampara saya chris manurung, bahwa itu bukanlah raja mangatur yang menjadi ayah dari marga Sitorus, sirait, dan butar2. dan juga menurut tarombo patambor bahwa orang tua dari raja manurung adalah raja mangatur mangarerak dan orang tua marga sitorus dkk adalah raja mardopang.
    karena menurut orang tua juga bahwa mana ompungnya selalu diikutkan kepada keturunannya dan itu telah kami buktikan yaitu dengan ompungkami raja mangatur sionggang. tapi kalau marga sitorus dkk. saya pikir tidak ada.
    saya pikir itu sudah cukup mewakili
    mauliate
    horas

  6. nathan andrew
    Posted April 16, 2009 at 3:49 pm | Permalink

    untuk lae rapolo terimakasih atas ceritanya..
    tapi sayang masih kurang lengkap. mohon untuk dilengkapi kembali
    mauliate
    horas

  7. Posted Juni 3, 2009 at 11:00 am | Permalink

    untuk menanggapi pendapat saudara chris manurung dan sdr nathan andrew, sebenarnya apa yang dikatakan oleh saudara samuel itu adalah benar dimana raja mangatur adalah benar ayahanda dari raja sitorus, sirait, dan butar-butar.Sedangkan ayahanda raja manurung adalah raja mangarerak. perbedaan pendapat ini disebabkan karena dlm keturunan nairasaon tidak diketahui siapa siabangan dan siapa siadean antara sitorus dan manurung karena banyak orang bilang sitorus dan manurung adalah saudara kembar yang keluar secara bersamaan, tetapi yang sebenarnya adalah bahwa yang lahir kembar itu adalah orang tua mereka yaitu raja mangatur dan raja mangarerak.

  8. afrido sitorus
    Posted Juni 14, 2009 at 4:31 pm | Permalink

    Horas sudena.please da bah dipaganjang carita mangenai pomparan Nairasaon.mauliate da……….

  9. chris manurung
    Posted Juni 19, 2009 at 12:50 am | Permalink

    Horas ma di hita saluhutna!

    @Ramson Sitorus

    Lae,…saya tidak membantah pendapat anda,jikalau Lae berpatokan pada tarombo anda dan monumen Raja Nairasaon di Sibisa.Mari kita teliti lagi cerita diatas,terutama komentar Lae Samuel Sitorus,yang menurut saya salah arah.Cerita diatas menceritakan salah satu tokohnya yaitu Raja Mangatur II Manurung,yang adalah keturunan Ompung kami Raja Toga Manurung,..BUKAN Raja Mangatur yang,menurut anda adalah ayah dari ketiga leluhur marga Sitorus,Sirait dan Butar-Butar.Saya hanya mencoba menjelaskan sambil berharap Lae Samuel memahami bahwa ia telah berbicara dua tokoh yang berbeda,namun memiliki nama yang sama.Nama atau gelar yang sama..sah2 saja khann??!!..

    Saya setuju terhadap komen Lae yang perihal “siapa siabangan dan siadikan” yang tidak diketahui lagi,karena katanya kedua leluhur kita tersebut “silinduat”,namun menurut saya,mereka tidak lahir bersamaan alias “brojol”sekaligus.
    Oleh sebab itulah kalau ada pesta raya keturunan Raja Nairasaon,maka acara Manortor,para peserta membuat lingkaran tidak bebaris menurut nomor kelahiran.Itu kata ompunta sijolo-jolo tubu.

    Saya perlu menginformasikan bahwa didalam Buku daftar warga PATAMBOR (Parsadaan Pomparan ni Raja Toga Manurung)terlampir tarombo kami yang memuat nama Raja Mangarerak Mangatur sebagai ayah dari Raja Toga Manurung,dan Raja Mardopang sebagai ayah dari Raja Sitorus,Raja Sirait dan Raja Butar-Butar.

    @Nathan Andrew

    Parhorasan ma di ho ampara.Mauliate ma atas komenmu. Andigan muse ho boi mampir tu Manurung United.Ai huparohahon na so adong be na olo mambahen komen2 na menarik…

  10. Posted Juni 29, 2009 at 5:44 pm | Permalink

    Horas ma di hita saluhutna !!!

    maliate parjolo di Tuhanta, dohot di hamu sude angka abang dohot iboto niba.

    tarsingot tu angka partuturan, jelas hudok tu angka abang niba dohot iboto niba anggo au hurang do. ala ni i, mauliate ma dinaung di ajari hamu au anggi muna tarsingot tu partuturan tarlumobi di partuturanta “PATAMBOR”. molo na huboto na di paboa damang tu au, “sandok molo di bege ho parmargaon na hot tu marga manurung “PATAMBOR, NAIRASAON” naung hita mai, unang di sukkuni be sian dia margana”, alana gabe mangalului celah do hita di si, gabe dang sada be molo dung di sukkuni na si songoni. alai manungkun majolo au tu hamu abng dohot iboto niba, ai marga manurung on sian katak do inna mulana, ai toho do i? dohot ise do na parjolo manurung manang sitorus ?

    ajari hamu angka hami anggi muna on molo so di boto hami dope tarsingot tu angka partuturan on … !!!

    asa boi lajuthonon nami naung di bahen angka ompu ta najolo … !!!

    mauliate jala horas ma di hita … !!!

    Sian anggimuna ,,,

  11. Posted November 24, 2009 at 10:46 am | Permalink

    mauliate ma di angka appara-appara ni ba dohot ito nunga di boto sude partuturan pomparan raja nairasaon

  12. chris manurung
    Posted Februari 20, 2010 at 2:30 am | Permalink

    Parhorasan ma dihita saluhutna!

    @ Rossy Manurung…salam kenal ampara! Sengaja saya menggunakan bahasa Indonesia agar rekan2 kita yang kurang paham bahasa Batak,bisa mengerti sejarah marga dan leluhur kita.Okee?..
    Raja Toga Manurung adalah anak dari Raja Mangarerak Mangatur dan Boru Hutahot boru dari Datu Talaidibabana (Ompu Tuan Raja Doli)marga Borbor.Ada yang mengatakan Pasaribu.Saya pikir pendapat demikian sah2 saja,mengingat pasaribu mengambil nama dari leluhur mereka yaitu Sariburaja anak dari Guru Tateabulan.Walaupun marga Pasaribu baru muncul setelah marga Manurung.Raja Toga Manurung memiliki saudara perempuan bernama Boru Similing-iling atau Boru Nailing yang kelak kawin dengan Silahisabungan.Anak dari perkawinan mereka adalah Raja Tambun yang adalah leluhur marga Tambun atau Tambunan.
    Raja Toga Manurung sendiri katanya mangalap boru ni Tulang.Ada dua ripe (istri) dari Raja Toga Manurung yaitu Boru Sumiang dan Boru Siampul Julu.Dari perkawinannya tsb lahirlah tiga putra dan dua putri.Putra2nya tsb adalah,1)Raja Hutagurgur 2)Raja Hutagaol 3)Raja Simanoroni.Putri2nya adalah 1)Pinta Haomasan kawin ke Raja Tambun 2)Anian Nauli kawin ke Raja Sianturi.
    Tidak benar leluhur kita dari katak.Mungkin tanggapan saya ini bisa sedikit membantu ampara siapa yang seperti katak tersebut,bukan dari katak.Ayah dari Raja Mangarerak Mangatur dan Raja Mardopang,yaitu Raja Nairasaon/Narasaon yang menurut kisah yang seperti kodok atau bagur,yaitu hampir seluruh badannya ada seperti bekas gatal2 atau mungkin leluhur kita tersebut menderita kelainan genetika pada kulitnya.Maka dari itulah ia disebut Si Rasa atau narasaon.Oleh karena itulah Narasaon dijauhi oleh ayahnya sendiri alias ditolak.Datu Pejel dan Boru Tantan Debata adalah orang tua dari Narasaon.Sebelumnya Datu Pejel dan Boru Tantan Debata,konon memiliki tujuh orang putri.Karena suatu musibah meninggallah ketujuh orang putri Datu Pejel dan Boru Tantan Debata tsb.Tentu saja suatu cobaan yang sangat berat dari Mulajadi Nabolon terhadap keluarganya.Datu Pejel dikabarkan sampai melakukan ritual2 untuk memohon seeorang anak.Harangan Nadua dan Dolok Simanuk-manuk adalah tempat2 yang menjadi pertapaan/martonggo dari leluhur kita tsb.Ia meminta seorang anak laki2 walaupun anak tsb seperti seekor katak alias tidak rupawan.Rupanya permohonannya diterima.Tetapi kenyataan berbicara lain. Datu Pejel tidak terima.Hal ini tentu saja mengundang reaksi dari Ompung Boru kita Tantan Debata. Bagi Tantan Debata anak adalah karunia atau harta yang tak ternilai dari Mulajadi Nabolon.Biar bagaimanapun kondisi fisik atau psikis seorang anak,tetaplah anak itu mendapatkan kasih sayang dan lindungan.Rupanya penolakan tsb berlanjut hingga Narasaon tumbuh dewasa.Hidup bertahun-tahun dengan penolakan dari ayah kandung telah menumbuhkan kesedihan dan kekecewaan dari anaknya sendiri.Dan akhirnya Narasaon menjadi lawan dari ayahnya.Apa yang dimiliki ayahnya ia hancurkan sebagai ekspresi kekecewaan dan kesedihan.Mungkin bagi kita keturunan dari Datu Pejel yaitu Manurung,Sitorus,Sirait dan Butar-Butar perlu menelaah penyebab makam Boru Tantan Debata terpisah berjauhan dari makam Datu Pejel.Karena menurut kisah, kedua leluhur kita tsb tidak berdamai sampai pada kematian mereka.
    Dan mengenai siapa siabangan dan siadikan,Manurungkah atau Sitoruskah? Kalau Sitorus,sudah pasti adalah yang tertua dari Sitorus ,Sirait dan Butar-Butar.Kalau dikaitkan dengan Manurung,saya rasa kita tidak bisa menjawab tepat.Karena yang adik kakak (kembar) adalah Raja Mangarerak Mangatur dan Raja Mardopang,yang adalah anak2 dari Raja Narasaon.Apakah mereka kembar identik atau tidak,hal tsb belum ada kepastian.Namun ada sedikit yang agak mengganjal dipikiran saya selama ini.Yaitu tentang generasi kembar dilingkup marga2 Narasaon.Saya sendiri belum pernah melihat bahwa ada dari kita,pomparan Raja Narasaon yang kembar? Apakah arti “silinduat”,dan apakah sudah tepat menggambarkan “silinduat” sebagai satu bungkusan yang terdiri dari lebih dari satu janin.Dan apakah janin2 bayi yang silinduat sudah pasti kembar? Namun yang pasti sampai saat ini kita tidak bisa mengatakan bahwa Manurung yang siabangan diantara keempat marga turunan Raja Narasaon.Memang saya sendiri sudah pernah berdiskusi tentang hal ini dilingkungan marga Manurung.Saya mencatat bahwa ada orang2 yang begitu yakinnya mengklaim “siabangan” Manurung.Hal tersebut adalah wajar.Namun saya kembali melempar argumen2 seperti beberapa hal diatas,yang akhirnya mereka berhenti pada argumen yang spekulatif tak berdasar.Saya pribadi tidak terlalu menitik-beratkan pada no urut lahir.Ingat kisah Esau dan Yakub.Lagipula ompunta sijolo-jolo tubu sudah menetapkan semacam aturan.Bisa kita lihat pada pesta raya dilingkup marga2 Narasaon.Ketika manortor,keempat marga tidak berbaris namun membentuk lingkaran.Lingkaran memiliki arti tiada ujung tiada pangkal,tiada awal tiada akhir.Tetap utuh saling mengikat dan menopang.Jadi saya mengajak kaum muda Manurung untuk tetap melestarikan norma,adat,dan budaya kita.Kalau bukan kita,siapa laagee??…Sekian dulu saya cukupkan dan mohon maaf kalau ada sesuatu yang kurang atau salah dalam komentar2 saya.Horas ma!

  13. Yulius Manurung
    Posted April 18, 2010 at 8:56 pm | Permalink

    Horas… Salam Si Polin-polin
    Hebat dan Sungguh cerita yang sangat bermanfaat bagi generasi muda Batak (khususnya Pomparan Datu Pejel) serta komentar yang luar biasa dari semua Pomparan Datu Pejel/Raja Nairasaon / Narasaon…..
    namun ada satu yang mengganggu pikiran saya yakni pada alinea kedua Cerita diatas dikatakan “Raja Mangatur (II) Manurung adalah Kakek dari Tuan Sogar Manurung” apakah hal tersebut sudah benar… karena tarombo yg saya miliki tidak demikian adanya… “Raja Mangatur(II) memiliki 7 anak, salah satu anak yang ke 6 adalah Tuan Sogar… jadi dengan demikian Raja Mangatur (II) bukan kakek dr Tuan Sogar tetapi Ayahnya… sedangkan Kakek dari Tuan Sogar adalah R. Banua Luhung….
    Horas ma di hita saluhutna…

  14. Posted Mei 25, 2010 at 5:33 am | Permalink

    horas amang,,,,ai aha do hubungan na manurung tu tamba???
    alana adong do hallet tu br manurung
    boi do au mangoli tu br manurung i???
    balos hamu jo ate amang…
    mauliate parjolo tu hamu
    gbu

  15. chris manurung
    Posted Mei 30, 2010 at 1:34 am | Permalink

    Horas ma dihita!

    @ Yulius Manurung

    Trim’s untuk tanggapannya.Saya yakin sipenulis cerita diatasa sudah pasti mendapatkan informasi tsb dari marga Manurungh juga. Kalaupun ada perbedaan pasti adalah hal yang lumrah dalam penulisan silsilah atau tarombo di masyarakat Batak.

    @ Zekdin Tamba

    Salam kenal ampara. Cobalah anda membaca ulang secara seksama cerita yang tertera diatas.

    Hal yang pelik mengingat kekerabatan pada masyarakat Batak.Pada suatu kejadian dapat menjadikan dua marga berbeda menjalin persaudaraan layaknya kakak adik.Namun dipihak lain karena suatu peristiwa juga dapat menjadikan hubungan kakak adik menjadi terpisah bahkan bermusuhan.

    Manurung menjalin hubungan persaudaraan dengan Tamba dan Simamora Debataraja.Seharusnya semua warga Manurung (anak dan boru) Tamba (anak dan boru) dan Simamora Debataraja (anak dan boru) tahu dan menyadari bahwa suatu peristiwa yang mencetuskan ikrar persaudaraan bagaikan mardongan tubu adalah mengikat untuk semua warganya tanpa memandang generasi dan pa-ompu-an ditarombo masing2.Namun sayang tidak semua warga marga2 tsb mendpatkan pengetahuan macam itu apalagi menyadarinya.Iboto kandung saya sendiri kawin dengan temannya marga Simamora Debataraja.Alasan yang mereka kemukakan adlah bahwa ompung mereka tidak termasuk dalam persaudaraan tsb alias tidak semua marga Simamora Debataraja terhisab dalamperm persaudaraan tsb.Bahkan keluarga besar kami juga sudah mengingatkan,sampai2 natua-tua marga Manurung menasehati keluarga kami.Namun rupanya cinta mengalahkan segalanya didukung pula oleh keluarga dari Lae saya tsb.

    Hal yang hampir sama juga terjadi pada Iboto saya, boru dari Amangtua.Kawin dengan marga Tamba,padahal juga sudah diingatkan.

    Suatu ketika saya satu mobil angkutan kota dengan seseorang ibu yang ternyata boru Tamba.Setelah berkenalan dan mengetahui saya bermarga Manurung,tanpa sungkan ia langsung mengucapkan, “horas ito!”.dan setelah itu terjadilah percakapan yang akrab dua orang mariboto.

    Dilain waktu saya pernah berdebat dengan sesama “halak hita”.Namun kami menyadari bahwa kami belum saling berkenalan marga.Setelah saya mejelaskan bahwa saya marga Manurung,dia pun langsung menyapa ” Ba horas ma abang,marga Simamora Debataraja do ahu bang”..barulah suasana yang tadinya agak tegang berubah jadi keakraban namardongan tubu.

    Memang peristiwa yang memicu persaudaraan Manurung dengan Tamba dan Simamora Debataraja adalah melalui garis par-ompu-an Hutagurgur.Seperti Tuan Sogar ke Simamora debataraja dan Raja Mangatur II Manurung ke Tamba (karena awalnya marpariban)
    Hal ini jugalah yang dijadikan oleh beberapa warga Manurung dari garis par-ompu-an yang lain sebagai alasan untuk menolak dengan alasan,..ahh itu cuma sama Hutagurgur aja padan ke Debataraja dan Tamba..ompung kita ngaak ikut masuk dalam padan itu..

    Ada lagi kisah seorang boru Manurung dari garis Hutagurgur menjalin kasih dengan seorang Simamora Debataraja.Suatu ketika si laki2 mengutarakan niatnya untuk datang melamar sang gadis kepada ayahnya.Ternyata selama ini tak menyadari bahwa putrinya menjalin kasih dengan marga Simamora Dbtraja.Tibalah saatnya,si Pria datang untuk menemui ayah si perempuan.setelah mengenalkan diri dan menyampaikan niatnya, si Ayah hanya berpesan untuk bicara dahulu dengan keluarga si pria dan apa hubungan antara Manurung dan Simamora Dbtraja. Akhirnya si Laki2,kembali lagi kerumah si perempuan lengkap dengan keluarga besarnya,namun bukan untuk melamar melainkan meminta maaf dan membawa sipanganon dari anggi doli kepada haha dolinya.

    Sekian dahulu yang bisa saya bagikan. Horas ma!

  16. Posted Juni 17, 2010 at 2:35 pm | Permalink

    Dihita marga Manurung tarlumobi marga tamba mohon detailnya tentang hubungan parpadanani asa adong sada pengangan jala boi memehonon tu anakkonniba. mauliate

  17. Posted Juni 17, 2010 at 2:42 pm | Permalink

    Dihita namanjaha komentar on tarlumobi Marga Tamba&Manurung mangido ahu asa baen hamuna jolo hatorangan sedetailmungkin tentang PARPADANAN i asa boi memehonon to ianakkonta jala molo boi baen hamuma tu Alamat Email nadiginjang on alana Amang dao do hami di Papua ( Sorong ) alamat manang teleponhu ima : 081344013784 Alamat Komperta KLD IIb Jalan Manngga No 8 Sorong Papua Barat

  18. marudut manurung
    Posted September 18, 2010 at 4:54 pm | Permalink

    untuk menanggapi saudara ramson sitorus, setahu saya apara bukan marga kita manurung sama sitorus yang sekali lahir tapi ayah dari mereka, yaitu raja mangarerak dan raja mangatur, dan anak dari raja mangarerak inilah marga manurung, dan marga sitorus, sirat,butar-butar keturunan dari raja mangatur, terimakasih atas komen2 nya smga dengan ini kita bsa sling memahami masalah tarombo kita kearah yang l;ebih baik,, hoooorrrraaaaaassssss dihita sude

  19. marudut manurung
    Posted September 18, 2010 at 4:58 pm | Permalink

    untuk menanggapi saudara ramson sitorus, setahu saya apara bukan marga kita manurung sama sitorus yang sekali lahir tapi ayah dari mereka, yaitu raja mangarerak dan raja mangatur, dan anak dari raja mangarerak inilah marga manurung, dan marga sitorus, sirat,butar-butar keturunan dari raja mangatur, terimakasih atas komen2 nya smga dengan ini kita bsa sling memahami masalah tarombo kita kearah yang lebih baik,, hoooorrrraaaaaassssss dihita sude

  20. chris manurung
    Posted Oktober 11, 2010 at 12:50 am | Permalink

    @ Marudut Manurung

    Horas ma di hamu.Mauliate ma di komentar mu na.Saran sian ahu..manat jaha hamu sude angka komentar dohot pendapat mulai sian ginjang, ala na nungga tarsurat di ginjang hatorangon na songon di bahen hamu. Mauliate!

  21. Togs Manurung
    Posted Oktober 12, 2010 at 3:55 pm | Permalink

    @Lae Rapolo
    mungkin yang lae maksud adalah Raja Mangatur II Manurung itu adalah Keturunan ke-4 Raja Toga Manurung, dan ayah (bukan kakek) dari Tuan Sogar Manurung (Tuan Sogar kalau tidak salah anak ke-6 dari R Mangatur II Manurung)

    dan menurut turi-turian yg pernah ku dengar, siboru Napuan ini bukan tertukar tetapi memang sengaja ditukar atas kesepakatan manurung dengan tamba. karena Tamba dan Nantimalela br rumapea tidak mempunyai anak laki-laki timbul kesepakatan dengan Raja Mangatur Manurung, dimana salah satu anak R Mangatur manurung dijadikan anaknya Tamba dan putri Tamba si boru Napuan dijadikan boru manurung..

  22. rianto sirait
    Posted Desember 1, 2010 at 11:30 am | Permalink

    baen ma na pas

  23. Heinz McEnroe
    Posted Maret 21, 2011 at 11:37 pm | Permalink

    @hamonangan tamba
    kisah di atas mengenai hubungan manurung dgn tamba, memang begitulah adanya. tp marga tamba jg masih ada 3 bersaudara (kl sy tdk salah) yaitu; Sitonggor Dolok, Sitonggor Tonga2, dan Sitonggor Toruan. nah…yg saudara kandung manurung adalah SITONGGOR TONGA-TONGA.

    untuk Simamora, yg saudara kandung manurung hanya simamora keturunan dari Tuan Sogar.

  24. Posted Maret 28, 2011 at 8:33 am | Permalink

    trimakasih atas tarombo Raja Mangatur II diatas.Tapi menurut yang saya tahu,Tuan sogar Bukan cucu dari R.mangatur .Sebenarnya tdk ada istilah Raja Mangatur II,sebab nama sama dan keturunan berbeda soal biasa.Yang benar Raja Mangatur Manurung mempunyai anak 7 0rang salah satu adalah Tuan sogar anak ke 6.Dan yang ke 7 adalah Raja Humuntor yang sdh marga Tamba amparanya Manurung sampai saat ini. Dan Tamba pun sebenarnya dari Generasi Raja Sitonggor.Dimana Raja Sitonggorpun ada 3 bersaudara.1.Sitonggordolok2.Sitonggor Lbn Tongatonga3.Sitonggor Lbn Toruan.Yang jelas Rajahumuntorlah yang menjadi Tamba sudara kita.

  25. Posted Maret 28, 2011 at 9:05 am | Permalink

    Sedikit mengenai Tarombo manurung.1.Raja Batak,anaknya 2.Rajaja Isumbaon,yang aaknya 3.T.sorimangaraja/Br Biding Laut,yg anaknya 3.SorbadiJae dan anaknya4. Datu Pejel,anak D.Pejel,5. Nairasaon,nairasaon anaknya 6.Raja Mangarerak dan Raja Mangatur,R.Mangarerak sendiri punya Anaknaya satu yaitu,7.Raja Toga manurung dan putrinya Boru similingiling yang kawin ke Raja Silahisabungan,dan anak R.Toga Manurungng/yang beristiridua Ampuljulu/sumaing br Pasaribu,anaknya tiga orang,8.Hutagurgur,Huta gaol,Simanoroni dan putrinya Pintahaomasan kawin ke Raja Tambun dan Anian Nauli Kawin ke Raja Turi.Raja Huta gurgur anaknya empat yaitu.9.Banualuhung,Batunanggar,Torpaniaji,Parpinggol lobilobi,sedang anak Raja Hutagaol,anaknya dua orang,Puraja Habinsaran dan Puraja Hasundutan,dan Raja Simanoroni anaknya tiga orang yaitu Janinabolon,Namoratitip dan Raja Huta.

  26. Chris manurung
    Posted April 5, 2011 at 2:34 pm | Permalink

    @ makmurmanurung

    Horas dan salam kenal !Santabi, adong
    ralat di hatorangan nabinahen mu na Amang!

    * Raja Simanoroni (Manurung Siampudan)anakna dua :

    1)Tuan Ria Sibatu/br Pasaribu & br Pohan

    2)Raja Mangantar (Parminta)

    * Tuan Ria Sibatu :

    1)Janji Dabolon/br Butar Butar
    2)Namora Titip
    3)Raja Huta (sipinggan)tubu ni boru Pohan

    * Janji Dabolon adong ma onom siminikna. Tuan Ria Sibuntuon ma anak buha baju ni Ompu i.

    * Tuan Ria Sibuntuon/br Butar Butar & br Tampubolon :

    1) Ompu Raja
    2) Ompu Pakke
    3) Ompu Laban
    4) Ompu Raja Siarsam
    5) Ompu Datu Arimo
    6) Ompu Raja Marpirik

    Anak sihahaan sahat tu anak si pae lima tubu ni Ompung Boru br Butar Butar. Anak siampudan tubu ni Ompung Boru br Tampubolon

    Raja Siarsam ompung namamopar hami. Marhuta do Ompu i di Hatinggian Lumban Julu. Ia goar ni Ompung Boru nami i ma Dorma boru Gultom Tujuan Laut (Hutatoruan) na sian Panamean.

    Datu Arimo hela ni Datu Parulas Nainggolan (Lumban Raja)mangalap boru ni Datu Parulas namargoar Marsanea Bulan. Adong do dilehon golat pauseang (ulos na so ra buruk)tu hela dohot boru na i. Sian i marserak ma angka Manurung pinompar ni Datu Arimo tu desa na ualu. Sian i mardalani manandangi hadatuonna tu Sihotang Samosir,mangoli ma ibana tu boru ni marga Sihotang.Marpinompari Ompu i jala digoari ma huta na inganan na pinompar na Lumban Manurung sahat tu sadarion. Dung i mangoli ma muse Ompu i tu boru Sitorus. Alai Sirungkungon do huta napinungka Datu Arimo. Jadi adong ma hata namandok ia Ompung nami Raja Siarsam nadipangido Amongna Tuan Ria Sibuntuon laho mangalului anggina Datu Arimo ala na so hea mulak dung masa parbadaan di namarhaha maranggi uju i.Jadi di tingki namangalului Datu Arimo mangoli ma Ompung nami Raja Siarsam mangalap boru ni marga Gultom na adong di Panamean. Jala dilehon ma tu Ompu i sada ogung bolon dohot pustaha hadatuon. Jadi ala dung diboto Raja Siarsam adong anggina di Samosir di huta ni Datu Parulas di Naiggolan,dipalu ma ogung i di Binanga Lom. Sahat ma soara ni ogung i tu Nainggolan, nang pe Onan Runggu do sabotulna na tarida sian Binanga Lom. Na kebetulan jonok hian Nainggolan tu Onan Runggu.Molo pustaha hadatuon i nungga mulak tu Hula hula i Raja Gultom na sian Panamean di tingki pesta Tugu Raja Siarsam Manurung/Dorma br Gultom di Lumban Tonga tonga Hatinggian Lumban Julu tahun 2000.

    * Raja Siarsam/Dorma br Gultom :

    1)Raja Goraha
    2)Raja Nasorta/br Gultom & br Situmorang Lumban Nahor sian Narumontak

    * Raja Nasorta :

    1)Ompu Bulugok
    2)Ompu Jumpang Uluan
    3)Ompu Habinsaran
    4)Ompu Patane
    5)Ompu Aji Debata
    6)Guru Mandobar
    7)Guru Solondungon

    No 1 sahat tu no 5 tubu ni Ompung Boru br Gultom.No 6 dohot no 7 tubu ni Ompung Boru br Situmorang Lumban Nahor na sian Narumontak.

    Guru Solondungon mangalap boru Sinaga, boru ni Guru Balluk Sinaga sian Girsang.Jadi tinggal Ompu i di Simananduk Dolok (Pargondangan), Hatinggian,Lumban Julu.

    Di hamu angka dongan molo tung adong nahurang manang na so tingkos di pamotoan mu na, arop ahu asa masipadengganan hita ate ? mauliate jala horas !

  27. Posted Maret 4, 2013 at 9:03 pm | Permalink

    saya yang lebih tahu tentang semua ini kalian semua salah

  28. Posted Juni 22, 2014 at 3:14 pm | Permalink

    Horas di hita saluhutna :
    *Dongan Tubu/padan Tamba Mamora Debataraja
    [togu urat ni bulu toguan urat ni padang,togu na mardongan tubu toguan na mar padan]

    *dongan satubu (sitorus sirait butar-butar)

    * Lae

    mauliate ma tutu ganup di komentar muna i.

    Horas bang Christ… Sudah lamo tak basuo,apo kabar dan keluarga bang…?

    Molo boi manukkun bang, tikki didia do posisi ni Datu Arimo mangalap boru torus muse? Adong do tubu ni oppung boru i bang?

    Datu Arimo
    +Br Lumbanraja /boru ni Datu Parulas (Harian nainggolan)=>
    1.Jambe Uluan
    2.Sabungan Mealeal
    3.Datu Galapang

    Datu Arimo
    +Br Hotang (nagori sihotang)=>
    1.Tuan Lomakni aji
    2.Datu Garingging

    Datu Arimo
    +Br Torus =>
    …..?sattbi jumolo bang… di luat dia jala piga tubu na bang Christ… Mauliate.

  29. Faisal Bin Manap
    Posted Juni 29, 2014 at 12:43 am | Permalink

    Horas…ma di hita saluhutna, PINOPPAR NI NAIRASAON. Untuk pengetahuan saudara/bapa/ibu/abang/adek/dohot tulang. Saya mengajak saudara,berpikir lebih luas,tentang nama dan sejarah nenek moyang kita NAIRASAON,karna setiap apa yang terjadi di masa lalu itu bukan kehendak nenek moyang kita,melainkan kehendak yang maha kuasa/OPPUNG MULA JADI NABOLON,dialah yang menentukan segala apa yang kita nikmati di hari ini. Tentang nama,RAJA MARDOPANG MANGARERAK MANGATUR,ini asalnya bukan nama untuk nenek moyang kita. Ini adalah satu nama KEBANGGAAN OPPUNG KITA,karna oppung kita lahir di dalam satu balutan,yang satu menjadi dua,di buatlah namanya RAJA MARDOPANG MANGARERAK MANGATUR. Supaya kita generasi muda mengetahui nama oppung kita,yang dua menjadi satu nama di masa kecil. Sesudah dewasa di buat namanya TOGA MANURUNG, RAJA SITARUS. Karna itulah ada nama manurung,RAJA MANGARERAK MANGATUR 2. Horas…

  30. berto
    Posted Mei 24, 2016 at 9:28 am | Permalink

    bah…boha i.


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *
*
*

%d blogger menyukai ini: