Terbentuknya Simalungun

Pada kerajaan Nagur di atas, terdapat beberapa panglima (Raja Goraha) yaitu masing-masing bermarga[2]:
Saragih
Sinaga
Purba

Kemudian mereka dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan kerajaan-kerajaan:
Silou (Purba Tambak)
Tanoh Djawa (Sinaga)
Raya (Saragih)

Selama abad ke-13 hingga ke-15, kerajaan-kerajaan kecil ini mendapatkan serangan dari kerajaan-kerajaan lain seperti Singhasari, Majapahit, Rajendra Chola (India) dan dari Sultan Aceh, Sultan-sultan Melayu hingga Belanda.

Selama periode ini, tersebutlah cerita “Hattu ni Sapar” yang melukiskan kengerian keadaan saat itu di mana kekacauan diikuti oleh merajalelanya penyakit kolera hingga mereka menyeberangi “Laut Tawar” (sebutan untuk Danau Toba) untuk mengungsi ke pulau yang dinamakan Samosir yang merupakan kependekan dari Sahali Misir (bahasa Simalungun, artinya sekali pergi).

Saat pengungsi ini kembali ke tanah asalnya (huta hasusuran), mereka menemukan daerah Nagur yang sepi, sehingga dinamakanlah daerah kekuasaan kerajaan Nagur itu sebagai Sima-sima ni Lungun, bahasa Simalungun untuk daerah yang sepi, dan lama kelamaan menjadi Simalungun.

Iklan

4 Comments

  1. wmpase
    Posted Oktober 22, 2008 at 7:43 pm | Permalink

    Istilah Nagur dan simalungun baru abad 13 ada dalam catatan sejarah/kronik China – Arab dan istilah simalungun sendiri adalah untuk nama sebuah teritorial.Bagaimana kalau ternyata NAGUR adalah untuk maksud menyebutkan Sianjur mula-mula. Istilah gur atau jur , biasanya digunakan kaum saudagar untuk mengistilahkan pasukan primitif/primitive warriors.Kami juga punya arti Samosir sebagai some a sir / pulau sejuta raja, yang diberikan oleh saudagar Inggris saat pertama sandar di tapian nauli 1778M. Mungkin istilah “sahali misir” timbul pada abad 15 disaat Majapahit menyerang kembali Kerajaan Silo – Keraksaan.
    Horas , salam kenal dan mari terus menggali sejarah Batak.

  2. Posted Oktober 22, 2008 at 11:47 pm | Permalink

    mantap ….

    ayo tetap semangat untuk belajar mengenal adat istiat batak

  3. Masrul Purba Dasuha, SPd
    Posted Juni 17, 2009 at 8:45 pm | Permalink

    Asal kata samosir ada sumber yang menyatakan berasal dari perpaduan kata Sian dan Mosir yang bermakna dari Mesir. Pada akhir dan awal abad 10 Masehi peziarah dan saudagar dari Timur Tengah dan Gujarat banyak yang melawat ke Sumatera khususnya Sumatera Utara. Seperti kata Danau Toba ada yang menyatakan berasal dari Bahasa Arab Thoba, bermakna “indah”. Banyak sebenarnya kata-kata dalam bahasa Batak yang berakar dari bahasa Arab seperti pikir, adat, sekin (Karo), dll. Mengenai pernyataan Samosir berasal dari kata some a sir (pulau sejuta raja), yang diberikan oleh saudagar Inggris saat pertama sandar di tapian nauli 1778M, bisa saja pernyataan ini lebih diterima. Namun, kalau kata Samosir berasal dari kata Sahali Misir, saya lebih cenderung kurang yakin.

    Oke demikian saja. Horas ma hubatta haganupan.

  4. Roy
    Posted Januari 8, 2011 at 8:24 pm | Permalink

    saya kurang ngerti asal dari kata samosir, tapi yang pasti biasanya untuk memasuki suatu daerah pasti dimulai dari pesisir pantai(laut). artinya orang yang dari pesisir yang masuk tengah pulau, mungkin dari simalungun menuju samosir.


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *
*
*

%d blogger menyukai ini: