Advent Bangun

Advent yang semasa jayanya sempat menjadi juara nasional dan regional mengatakan, Dan IV yang disandangnya diperoleh tahun 1985 sehingga harus ada penyegaran lagi agar bisa menjadi pelatih. Soal teknis, katanya, dia tidak pernah lupa sebab setiap hari di rumah pun dia tetap berlatih karate. Dan itu pula yang dilakukannya kalau bermain di film atau sinetron. Apa mau melatih?

“Saya memang sering diminta melatih ke daerah. Tetapi untuk melatih tiap hari nanti ya tidak juga,” kata Advent yang mendapat Dan III di Jepang tahun 1977.

Iklan

5 Comments

  1. Sopar
    Posted Agustus 8, 2008 at 4:02 am | Permalink

    cih………
    tipe2 artis goblok,
    kslsu udah ngga laku lagi jadi pendeta.
    kok bisa nama seperti ini ditampilkan juga.

  2. Posted Oktober 17, 2008 at 3:35 pm | Permalink

    Saya krg sependapat dengan komentar sdr Sopar.inilah yang disebut PROSES. kalau dahulu hitam, hendaknya menjadi putih.kalau dulu krg dekat sama tuhan, sekaranglah saatnya kita mendekatkan diri kepadaNya.inilah yang terjadi pada Pdt.Adven Bangun.INILAH SAATNYA.Tuhan memanggil untuk Bekaerja diladang Tuhan.banyak orang yang dari lahir sampai mati, kadar keKristenannya hanya suam2kuku. Tuhan tidak berkenan dengan orang seperti itu. selamat melayani,bekerja diladang Tuhan. masih banyak umat yang membutuhkan pelayananmu pak pedeta.Tuhan memberkatimu.Mat4;19 : Yesusberkata” mari ikutlah Aku, kamu akan Kujadikan penjala Manusia.

  3. HERMANTO
    Posted Juli 10, 2009 at 11:04 pm | Permalink

    APAPUN CARANYA DAN JALANNYA YANG PENTING HASILNYA BAIK.
    KITA DAPAT LIHAT POHON DARI BUAHNYA.
    TUHAN ADALAH ROHANI DAN MAKANAN ROHANI ADALAH KEBAIKAN.
    ROHANI KITA AKAN BAHAGIA KALAU KITA SELALU MELAKUKAN KEBAIKAN.
    TUBUH ADLAH SESUATU KEBENDAAN DAN NAFSU.
    TUBUH AKAN SELALU MINTA MAKANAN KEBENDAAN DAN SELALU LAPAR.
    HABIS DIKASIH MAKAN, BESOK AKAN LAPAR LAGI.
    HABIS MAIN SEX BEBERAPA HARI AKAN INGIN MAIN LAGI.
    HABIS DIKASIH UANG,NANTI PASTI KEKURANGAN LAGI.
    HABIS DIKASIH MOBIL BAGUS, NANTI INGIN MOBIL LAIN LAGI.
    KALAU TUBUH DITURUTI TERUS KITA AKAN MENJADI SANGAT SENGSARA.

    TUHAN ADALAH ROHANI KITA,
    KALAU ROHANI MENGUASAI DAN MENGENDALIKAN TUBUH KITA, KITA AKAN SELALU BAHAGIA.
    KARENA ROHANI AKAN BAHAGIA KALAU MELAKUKAN SELALU KEBAIKAN.
    BIARKAN TUHAN MENGUASAI HIDUP KITA. BIARKAN ROHANI KITA MENGUASAI HIDUP KITA.
    KITA AKAN SELALU BAHAGIA.

  4. Cristian
    Posted November 21, 2009 at 7:15 pm | Permalink

    saya mendukung gerakan yang dilakukan oleh jemaat GEREJA MASEHI ADVENT HARI KETUJUH tersebut karena suku BATAK perlu juga mengetahui ajaran tersebut.karna hanya satu gereja yang menaati hukum taurat yang 4 yaitu kudus kan lah hari sabat bukan hari minggu.

  5. Posted November 23, 2009 at 3:55 pm | Permalink

    TANPA EMBEL-EMBEL (Yoh,8:2-11)
    Mana yg lebih mudah:mengakui kesalahan atau menunjukkan kesalahan org lain?Upss,jgn terlalu cepat berpendapat!Mengapa?Sebab byk org yg mudah mengakui kesalahannya untuk menghindari penghukuman.Pengakuan bersalahnya bukan dilandasi oleh kesadaran untuk memperbaiki hidupnya,tetapi agar ia dimaklumi.Namun,tdk sedikit juga org yg dgn mudah menunjukkan kesalahan org lain utk menghindari konsekuensinya.Mirip seorg anak yg kedapatan memecahkan gelas,lalu ia berkilah utk menghindari penghukuman.Seorg perempuan yg kedapatan berzinah sehrsnya dihukum rajam sampai mati.Namun Tuhan Yesus memberikan pengampunan kepadanya.”Akupun tdk menghukum engkau.Pergilah,dan jgn berbuat dosa lagi mulai dr sekarang.”Pernyataan ini hendak menegaskan bhw pengampunan yg Tuhan Yesus berikan merupakan pengampunan tanpa syarat sekaligus pengampunan yg memberdayakan seseorg utk tdk berbuat dosa lagi.Pengampunan hrs dilandasi oleh kasih Tuhan,karena dasarnya kasih maka pengampunan itu bersifat menyeluruh dan tdk mendendam.Itu berarti pengampunan tdk boleh disertai syarat2 yg menuntut org yg bersalah utk melakukan ini atau itu bagi kepentingan kita.Kasih pengampunan itu tanpa embel embel,pengampunan itu juga hrs membuat org berbahagia.PENGAMPUNAN MENJADI KESEMPATAN UTK SEMAKIN BERDAYA,bukan dgn sebaliknya pengampunan yg disertai dgn syarat2 memberi petunjuk bhw perwujudan kasih telah hilang.


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *
*
*

%d blogger menyukai ini: