Eva Riyanti Hutapea

Keberuntungan adalah Anugerah Tuhan

CEO (Chief Executive Officer) PT Indofood Sukses Makmur (ISM), ini menyebut tiga prasyarat utama untuk mencapai keberhasilan. Yakni, adanya kesempatan, kemampuan dan keberuntungan. Jika kesempatan dan kemampuan sudah dicapai, tinggal menunggu faktor keberuntungan. Sementara, keberuntungan itu adalah anugerah Tuhan, yang harus disampaikan dalam doa. Ia adalah salah seorang CEO terbaik dan bertangan dingin sehingga mampu menangani pelbagai persoalan yang membelit perusahaannya. Ia berhasil menyelamatkan ISM dari goncangan krisis. Pada akhir 1997 lalu, perusahaan publik itu tekor sampai Rp1,2 triliun. Kerugian ini adalah akibat krisis moneter yang meluluh-lantakkan ekonomi negeri ini. Krisis itu mengakibatkan daya beli masyarakat turun drastis serta beban perusahaan yang melonjak tinggi. Penjualan Indomie, produk andalan ISM, menurun drastis dari sekitar 8,5 bungkus pada akhir 1997 menjadi 7,8 miliar bungkus pada 1998. Apalagi saat itu, utang ISM dalam dolar AS yang diperlukan untuk investasi –bukan untuk working capital juga tidak diasuransikan.

Eva Riyanti Hutapea tidak kecut menghadapi badai itu. Apalagi kondisi politik saat itu mengalir deras menerpa perusahaan milik Grup Salim yang sangat rentan dengan isu KKN dan monopoli itu. Saat itu pula Eva Riyanti Hutapea dipercaya menakhodai ISM. Kemampuan yang dimilikinya, telah mendorong para pemegang saham membuka kesempatan bagi Eva Riyanti Hutapea. Kesempatan itu sebuah tantangan yang harus dijawab untuk membuktikan kemampuannya. Pada kesempatan ini, kepiawaian Eva Riyanti Hutapea, Ibu beranak tiga, ini makin teruji. Ia segera melakukan pelbagai langkah, mulai dari efisiensi, penyesuaian harga jual produk, hingga mencari terobosan pasar baru di manca negara. Ia pun sering turun langsung ke pusat-pusat penyaluran makanan seperti koperasi dan pesantren untuk mendistribusikan produk-produk mie, makanan bayi, dan susu dalam program Indofood Peduli, terutama ketika sebagian besar masyarakat Indonesia dilanda krisis pangan.

Hasilnya, ISM berhasil membukukan keuntungan Rp 150 miliar pada akhir tahun 1998. Bahkan pada tahun berikutnya (1999), keuntungan bersih yang diraih semakin melonjak 500% lebih, yakni mencapai Rp1,3 triliun. Sangat fantastis. Bukan itu saja. Eva, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia tahun 1973 ini, pun perlahan-lahan dapat mengatasi utang luar negeri ISM. Diperkirakan pada Juni 2000 nanti, utang ISM tinggal US$313 juta. Bahtera ISM pun tetap berlayar gagah melampaui badai. Sementara pada saat badai itu mengguncang samudera ekonomi Indonesia, banyak perusahaan yang terhempas dan tenggelam.

Maka, tidaklah heran apabila Eva Riyanti Hutapea, belum lama ini, mendapat penghargaan sebagai salah satu CEO Terbaik di Indonesia oleh lembaga riset Asia Market Intelligence (AMI) yang bekerja sama dengan majalah Swa. Keberhasilan itu, ujar Eva Riyanti Hutapea yang hingga kini masih tercatat sebagai dosen aktif di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi – Universitas Indonesia, itu bukan hanya prestasinya sendiri. Melainkan prestasi seluruh sumber daya manusia yang ada di Indofood. Namun, sesungguhnya kepiawian Eva Riyanti Hutapea sebagai CEO-lah yang paling menentukan. Ia telah memanfaatkan kesempatan yang diberikan para pemegang saham dengan membuktikan kemampunnya mengatasi persoalan rumit perusahaannya.

Tetapi, Eva Riyanti Hutapea yang memulai karir sebagai seorang internal auditor, tidak menonjolkan kemampuannya memanfaatkan kesempatan itu sebagai kunci utama keberhasilnnya. Justru ia lebih memandang faktor keberuntungan sebagai hal yang harus dikedepankan. Determinasi keberuntungan, menurut pemegang jabatan Direktur Jenderal International Ramen Manufacturers Association (IRMA), produsen mie instan dunia yang berpusat di Jepang, ini tidaklah sekadar nasib yang kebetulan. Keberuntungan, menurut Eva, adalah anugerah Tuhan, yang harus selalu disampaikan dan bawakan di dalam doa.

Iklan

5 Comments

  1. Banggal H. Hutapea
    Posted Oktober 5, 2008 at 12:17 am | Permalink

    Horas.. Salam kenal. GBu

  2. Posted Maret 31, 2011 at 1:04 pm | Permalink

    Horass juga..

  3. Posted April 30, 2011 at 1:08 am | Permalink

    horas tante..nich davit silala hi..di P.baru riau;081260224 004,bagi2 donk ilmu/pengala mannya..! horass.

  4. Posted April 30, 2011 at 1:14 am | Permalink

    ibu davit br panggabean loh..cuma davit pengen minta ilm u,pengalaman..biar bisa suks es..davit bosan boangt hidup pas pasan..davit harus bisa m embangun kampung halama n..blz yach ito(pariban)0812 60224004.tks.

  5. maruli
    Posted September 23, 2013 at 12:48 pm | Permalink

    Mau bertanya, apakah benar ibu Eva Riyanti asli orang batak? Setahu saya suaminya saja yang orang batak dan bermarga Hutapea. Terima Kasih


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *
*
*

%d blogger menyukai ini: