Category Archives: Gondang-Opera Batak

Mengenal Uning-uningan

Zaman telah berubah. Berbagai produk kesenian tradisional pun kian terkikis waktu. Salah satunya adalah Uning-uningan. Untungnya, meskipun bisa dihitung jari, masih ada juga orang-orang teguh mempertahankan seni tradisi ini.

Uning-uningan merupakan kesenian tradisional Batak Toba yang tersisa. Selain digunakan sebagai sarana pendekatan kepada pujaan hati, konon juga bermanfaat sebagai alat komunikasi antara manusia dengan Sang Pencipta (Mula Jadi na Bolon). Kesenian ini terdiri dari unsur musik (musik instrumental) di mana alat musiknya merupakan alat musik tertua dan asli dari masyarakat Batak Toba.

Geliat Opera Batak

Opera Batak seperti memperoleh tempat unjuk diri di Taman Budaya Sumatera Utara, Sabtu (2/6) malam. Meskipun kursi yang disediakan tidak penuh (terisi sekitar tiga perempatnya), penonton masih duduk hingga pertunjukan usai.

Penonton terlihat cermat mengikuti setiap adegan dalam pertunjukan tersebut. Mereka dengan penuh sukacita memberi apresiasi berupa tepuk tangan dan gelak tawa.

AWK Samosir

Totalitas Buat Gondang dan Opera Batak

Hampir seluruh hidupnya untuk gondang, uning-uningan, tortor dan opera Batak. Ia murid langsung almarhum Tilhang Oberlin Gultom itu (pendiri opera Batak akhir tahun 1920-an). Ia amat gelisah atas perkembangan kesenian Batak dewasa ini. Sebab, menurutnya, semua orang Batak sudah menyeleweng dari budayanya. Lihat pesta-pesta perkawinan, band lebih selalu ditanggap ketimbang gondang termasuk saat mangulosi, menyampirkan ulos kepada pengantin dan kerabatnya.

Menuju rumahnya di belahan timur Jakarta selepas tol, jalan aspal menanjak dan sempit. Hanya bilangan kilometer dari Taman Mini. Di sisi jalan menganga sebuah gang semak dan tanah coklat. Seorang perempuan muda cantik sedang menanti. Ia memandu kami.

Batak dalam musik dunia

Demi menggugah masyarakat terhadap pelestarian Danau Toba melalui seni dan sekaligus juga menggali potensi seni Batak, Viky Sianipar, hadir dengan kreasi terbarunya dengan memadukan musik tradisonal Batak dengan musik modern. Album pria ini dirilis dengan tajuk Toba Dream dan didukung featuring artist, diantaranya Tetty Manurung, Victor Hutabarat, Johson Hutagalung, MSA Band, Megawati Sihombing, dan Maylaffayza.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.