Orang Batak yang Menikah Tanpa Adat Batak

Demi agamanya.

Artikel ini ditulis oleh Portunatas Tamba, seorang lelaki Batak yang bekerja dan tinggal di Kota Tobelo, Pulau Halmahera, Propinsi Maluku Utara.

Saya punya seorang teman, RS. Saya sudah sangat mengenal watak RS, orang batak yang ”keras kepala”, sama seperti saya, karena sejak kuliah kami sudah berteman. Sering menjadi teman diskusi bahkan beradu argument sampai “marsisonggakan”. Saat pertama berteman dengan RS, dia masih menganut keyakinan seperti pada umumnya orang Batak. Dan selalu rajin gereja. Demikian persahabatan kami berjalan dengan baik.

Suatu hari dia mengajak saya diskusi. “Lae, sepertinya saya mau pindah keyakinan, tetapi tetap sama-sama Kristen kok,” katanya memulai pembicaraan.“

Maksudmu bagaimana?” tanyaku.

Lalu dia menjelaskan bahwa dia sepertinya lebih bisa menerima cara pandang keyakinannya yang baru. Dia mengatakan lebih focus seluruh kehidupan untuk Tuhan. Tanpa dibebani oleh adat istiadat, yang menurut dia bahwa adat itu sebagai satu factor yang bisa menjauhkan dia dari Tuhan.

Lantas saya Cuma bilang, “Terserah Lae, Lae sudah dewasa memutuskan apa yang terbaik bagi masa depan Lae. Tuhan tidak melihat label agama kok tapi bagaimana kau menerapkan kasih kepadaNya dan kepada sesama.”

Saya yakin tidak ada gunanya menanyakan dia, 5W+H tentang jalan pikirannya. Yang terjadi malah debat kusir yang tak berujung.

Tiga tahun lalu, RS memberitahu saya, dia mau menikah dengan boru batak. Dia beritahu bahwa kekasihnya dan pihak keluarga si perempuan, ingin pesta dengan adat batak, tetapi hal tersebut bertentangan dengan cara pandang RS, sesuai agama yang diyakininya. Dia bercerita sudah agak lama diskusi tentang hal ini tetapi belum ada kesepakatan. Dia mengatakan bahwa calon istrinya sebenarnya sudah bisa memahami cara pandangnya tetapi pihak keluarga belum.

Sebenarnya orang tua RS juga sangat berkeinginan anaknya ”mangadati”, tetapi RS sudah sejak jauh hari memberitahukan dan menjelaskan kepada orang tuanya bahwa dia tidak akan pernah menikah secara adat, cukup menikah gereja. Pendekatan yang RS dan calon istrinya ke pihak keluarga akhirnya membuahkan hasil. Mereka menikah di gereja dan tanpa setitikpun tersentuh adat Batak. Pihak keluarga juga tidak mau memaksakan adat harus dilakukan karena keyakinan anak.

Sampai saat ini mereka hidup bahagia, memiliki seorang putri. Tetapi di kampungnya, keluarganya sering diomongin tetangga dengan kata ”hurang maradat”. Saya sendiri masih bingung sebenarnya dengan cara pandang temanku RS yang melihat adat sebagai sesuatu yang ”kurang baik”. Tetapi saya sangat menghargai sikap dan pola pikirnya.

Beberapa bulan lalu RS pernah berkunjung ke rumahku. Dia melihat ada Ulos aku buat jadi hiasan dinding dan photo. Ada juga Ulos kubuat hiasan salib. Dia mengatakan itu salah, tidak boleh.

Saya cuma tersenyum menanggapi semua alasan dia mengatakan pemakaian ulos itu salah. Bagi saya tetap yang terpenting saling menghargai dan tidak menghakimi, karena kita tidak punya hak menghakimi siapa pun. Horas…

sumber: dari berbagai sumber

About these ads

21 Comments

  1. santos
    Posted Juli 19, 2008 at 10:17 pm | Permalink

    setiap suku mempunyai tradisi, selama tradisi itu tidak mengurangi keyakinan yang kita anut tidak ada masalah. Lihat saja tradisi orang yahudi yang suka pakaian jubah atau orang orab suka pakai sorban dan mukenah.orang batak justru menonjolkan ulos bataknya.menurut saya adat batak sangat mendukung setiap kepercayaan.jangan pernah menyalahkan ulos batak tapi kita perbaharui cara pandang kita terhadap ulos.

  2. putra medan
    Posted Desember 12, 2008 at 12:19 am | Permalink

    Horaaaaas………….!!!
    Ulos adalah suatu simbol orang Batak. so, Usahakan jgn membuang simbol itu. Gbu.

  3. putra medan
    Posted Desember 12, 2008 at 12:28 am | Permalink

    horas…………
    bagi orang batak yang di rantau, khususnya sudah cukup untuk menikah ambil lah pasangan yang cocok untuk kamu, dan yang paling penting dia tau adat. okes

  4. jenni R. P.
    Posted Januari 29, 2009 at 4:24 pm | Permalink

    ulos batak hanya sebuah simbol, yang dipakai orang batak
    dalam acara adat. Sepanjang kita tidak menyalahgunakannya,
    ulos tidak bertentangan dengan agama Kristen…..

    setuju ito

  5. Posted Maret 15, 2009 at 10:20 am | Permalink

    Ketika saya hendak menikahpun, sebagai orang pria Batak – saya langsung dihadapkan dengan segala bentuk adat istiadat Batak. Saya sempat dibuat pusing tujuh keliling. Yang terbayang di hadapan saya adalah biaya pesta yang membengkak, di luar dugaan!. Saya sempat menolak mentah-mentah segala bentuk aturan adat istiadat Batak, yang saya rasa tidak perlu karena saya merasa tidak penting!. Kalau boleh jujur, alasan yang saya buat-buat adalah tidak sesuai dengan keyakinan / prinsip saya. Saya keras sekali menentang semua prosesi adapt Batak. Alasan yang saya buat-buat ketika itu sangat bertentangan dengan ajaran Injil (tidak sesuai dengan ajaran Kristus/Kristen). Padahal, alasan sebenarnya adalah soal biaya dan biaya. Setelah berkunsultasi kesana-kemari dengan orang tua dari kalangan orang Batak atau tidak. Dan saya tidak lupa berdoa untuk diturunkan pencerahan pikiran.

    Entah kenapa waktu itu saya hanya pasrah saja. Saya serahkan pada TUHAN saja mana yang terbaik. Akhirnya saya setuju saja menyerahkan semua prosesi pernikahan saya dilakukan melalui prosesi adat Batat (Mangadati) secara penuh (adat na gok). Yang penting adalah niat saya yang tulus, kalau itu adalah jalan yang terbaik diberikan TUHAN. Dan tampa disangka-sangka, rejeki / order saya ada saja untuyk menutupi semua biaya pesta adat itu. Dan saya akhirnya menyadari apa makna adat Batak tersebut bagi pernikahan saya. Itu yang terpenting akan saya bagi bagi banyak orang.

    Persoalannya sekarang, ada banyak pria di luar suku Batak atau pria Batak sekalipun kurang memahami adat Batak tersebut. Atau banyak mereka tidak mau tahu atau peduli. Atau tidak mau direpotkan dengan semua prosesi adat Batak yang dianggap merepotkan/berbeli-belit! Yang terjadi sebenarnya adalah mereka tidak menerima semua prosesi adat Batak dalam pernikahan, bukan karena alasan pertentangan keyakinan!!!! Sekali lagi bukan!!!! Tetapi karena mereka tidak mau repot dan tidak mau banyak keluar biaya dalam pernikahan mereka. Mereka ketakutan keluar biaya banyak!!! Itu adalah alasan sebenarnya!!! Bukan karena keyakinan!!!! Apakah semua adat istiadat Batak sesuai dengan firman TUHAN. Saya katakana ya….ya…dan ya…

    Tuhan akan memberkati pernikahan tersebut selamanya. Jika hubungan komunitas sosial dengan keluarga terdekat juga ikut merestui dan mendoakannya! Banyangkan jika pernikahan seorang wanita atau pria Batak TIDAK dihadiri salah satu orang tuanya atau familinya. Bayangkan betapa sakit hatinya orang tua si mempelai perempuan/laki-laki tersebut! Seperti pernah kasus di keluarga saya.
    “Ito saya (saudara perempuan anak adik ayah saya) akan menikah dengan seorang pria di luar suku Batak, seorang pendeta dari golongan Kristen Kharismatik dari suku Indonesia timur. Kedua orang tuanya, dan famili tidak setuju atau menghadiri pernikahannya karena tidak disetujui orang tuanya karena pernikahan mereka tidak dilakukan secara prosesi adat Batak. Ditambah, pengaturan tanggal pernikahan mereka sendiri yang sudah mereka atur tampa pemberitahuan / persetujuan dari kedua orang tuanya. Saya sedih melihat adik ayah saya. Dia semakin trus stess memikirkan anak perempuannya yang sangat dicintainya. Bahkan nyaris adik ayah sayta terkena stroke. Tetapi pernikahan mereka tetap saja dilakukan tampa dihadiri keluarga adik bapak saya. Sangat tragis dan menyedihkan…!!! Apakah ini pernikahan yang diberkati TUHAN!

    Jelas ini sangat bertentangan TUHAN! Saya tidak mengerti, mereka sangat dekat dengan TUHAN dan mengaku – ngaku sebagai hamba TUHAN yang kudus bertekun dalam doa, berani melakukan seperti ini. Tetapi justru sangat menyakitkan hati kedua hati orang tuanya! Apakah seperti ini pernikahan yang diberkati TUHAN????Mana penghormatan terhadap orang tua!?

    Sebenarnya, setelah saya alami semua prosesi pernikahan adat Batak pada pernikahan saya. Yang saya rasakan sekarang ini dan seterusnya adalah semua prosesi adapt batak tujuannya adalah bentuk dari penghormatan dan cinta kasih dari kedua orang tua, saudara sekandung, dan keluarga dekat, dan masyarakat sekitarnya. Semua prosesi adat istiadat Batak tidaklah bertentangan dengan ajaran Kristen!!! Justru tujuannya adalah dalam rangka mempererat hubungan cinta kasih dan kepedulian kedua orang tua/keluarga, saudara, kerabat dekat dan masyarakats sekitarnya kepada anaknya yang sangat dicintai. Simbol ini diwakli dengan prosesi pemberian ulos. Dan itulah yang saya alami! Apakah hal itu benar-benar bertentangan dengan firman TUHAN seperti yang dikatakan banyak aliran Kristen kharismatik, yang mengatakan semua prosesi adat Batak adalah bentuk “upacara berhala”. Sangat aneh…Bagi saya itu hanya alasan yang dibuat-buat mereka, karena tidak mau peduli atau tidak mau pusing atau direpotkan dengan semua prosesi adat Batak, dan tidak mau bersosialisi dengan kedua kerabat keluarga dan masyarakat sekitarnya. Ya.Mungkin juga karena ketakutan keluar biaya besar! Silahkan anda pikirkan. Terima kasih. (Rivai Sihombing) pembawaide@yahoo.com.

  6. Ramos PH
    Posted April 14, 2009 at 4:17 pm | Permalink

    Horas…….Natua-tua
    Ulos Batak hanyalah sebuah simbol-simbol.Tapi orang Batak bukanlah sebuah simbol. Jadi kalau menuruk ku, Mari jalankan adat tanpa beban, tanpa paksaan dan tanpa HUTANG PIUTANG.Mungkin Dimata Simula-mula Tubu itu suatu keharusan, tapi di kehidupan sekarang, yang serba paspasan bagai mana? Karena ada Umpasa Batak bilang: HASSIT DO TANGAN MANDANGGURHON NA SO ADA. Jadi Kayaknya adat batak itu sudah saatnya direvisi ulang agar sesuai dengan asas berkwalitas dan ekonomis serta terjangkau. Horas.

  7. hendrawan
    Posted Juli 16, 2009 at 11:39 pm | Permalink

    memahami adat batak memerlukan pemikiran yang bisa dibilang rumit akan tetapi setelah didalami ternyata logis. ulos dalam beberapa hal digambarkan sebagai pembungkus untuk menghangatkan, sehangat cinta kasih dari yang mangulosi (orang yang “dihormati”) kepada yang diulosi. janganlah kita buru-buru mengatakan bahwa adat batak tersebut sesat atau melanggar agama (kristen), pikirkanlah secara jernih, selanjutnya nurani kita yang akan menentukan, tentunya dengan berdoa sehingga mendapat pertolongan dari Tuhan. horas…

  8. Posted Desember 23, 2009 at 10:35 am | Permalink

    horas madihita sasude………….horas…horas.trimakasih bagi teman2 yg telah menulis komentar.pesan saya;jgn menghakimi,adat itu di buat untuk saling mengasihi,bagi teman yg sudah beranggapan adat batak itu salah,koreksi aja diri masing2.jika kamu katakan kamu yg beragama kristen,belajarlah pada yesus kristus jgn pada pendeta yg ada didekatmu.selagi adat batak masih mengajarkan dalihan natolu,saya jungjung sampai seumur hidup saya.karna itulah yg terjadi dalam hidup ini.ada saatnya menghormati,ada saatnya di hormati,ada saatnya menghargai ada pula saatnya dihargai, ada saatnya dikasihi dan ada saatnya mengasihi.dan itulah jg yg terjadi di ajaran agama kristen kita harus saling mengasihi.DAN MARI KITA INGAT MANUSIA ITU PANAH ALLAH KEKAL.jika kamu ingin nikah bukan harus pesta besar.dan ingat pesta adat batak juga ada dgn biaya murah.ya itu habis dari gereja,makan dirumah dgn kedua belah pihak(perempuan dan lelaki)seperti makan malam.kan ngga susah.kalau mau adat besar silahkan kalau ada uang.heiiii……. itu aja kok repot.

  9. adit doank
    Posted Januari 29, 2010 at 6:27 am | Permalink

    syalom untuk kita semua,,
    horas….>>>
    hemm,,knalkan dulu,, aku salah satu mahasiswa yg ada di jambi,, marga ku saragih simarmata
    buat smua tmen si diseluruh indonesia..>>>
    saya suka ada banyak kmentar,,selain wawasan bertambah,,kita juga bisa saling knal,,buat donk nama marga nya,,jadi selain wawasan bertmbah, ,,ya kita bisa saling knal…
    hheehhee
    soal ulos ya..hmmm,,,wenak neh,??
    pd dasar nya argumen swmua nya benar,, dikarenakan,, jumlah kita banyak,, jd prinsip dan beda pendapat itu wajar,,
    jadi disini,,, soal adat,,????
    kita sedikit kembali keblakang,, zaman dulu,,bukan orang batak aj,,bahkan untuk semua suku,,kita tau adat atau budaya kan udah lawas banget tu,, sebelum ajaran agam masuk ke indonesia tah agama apapun itu.. adat atau tradisi udah dijalan kan manusia duluan,,,sehingga,, orang 2 pertama kali mengajarkan agama di kusus nya orang kita batak ,, dia gak mungkin lgsung mengatakan adat itu salah,,karna apa,,kalau dia mngatakan agama yg bnar,, bisa2 dia dibunuh,, ya kan,, karna zaman dulu orang menyembah allah lain gt,,jd mau gak mau orang yg mau mengajarkn agama orang batak,, dia harus ngikut arus aja dulu,, swbwlum ajaran agama di sampaikan,,
    ya itu td ,, soal adat harus dijalani dulu..supaya diterima dia menyebarkan firman tuhan,inti na,, adat itu sah sah aj,, dalam konteks,, kita berpatokan ke firman tuhan,,, truss,, jd sampai skrang generasi2 tetap menjalan kan adat batak,, soal ulos,, itu batak,,seperti simbol2 adat yg laen,,trues,,comen yg di atas ,, inti na manusia itu cuma karna gak mau repot aj,, kalau mau nikah,, dan butuh banyak biaya,,hehehe,,,tp bgus ko,, jd motivasi buat kaum adam,,,
    kalu cowok2 batak jgn lemah,, smngat kerja supaya dapat bnyak uang dan jalani adat,,gt kira,, hheehheh..ya emang harus gt,,kita orang batak kan terkenal dengan kerja keras na,, dan gak lemah,,
    trtap smangat,,,
    hidup generasi muda batak… wkkk..
    HORAS,,,,,,,,, JLU

  10. adit doank
    Posted Januari 29, 2010 at 6:35 am | Permalink

    syalom untuk kita semua,,
    horas….>>>
    hemm,,knalkan dulu,, aku salah satu mahasiswa yg ada di jambi,, marga ku saragih simarmata
    buat smua tmen si diseluruh indonesia..>>>
    saya suka ada banyak kmentar,,selain wawasan bertambah,,kita juga bisa saling knal,,buat donk nama marga nya,,jadi selain wawasan bertmbah, ,,ya kita bisa saling knal…
    hheehhee
    soal ulos ya..hmmm,,,wenak neh,??
    pd dasar nya argumen swmua nya benar,, dikarenakan,, jumlah kita banyak,, jd prinsip dan beda pendapat itu wajar,,
    jadi disini,,, soal adat,,????
    kita sedikit kembali keblakang,, zaman dulu,,bukan orang batak aj,,bahkan untuk semua suku,,kita tau adat atau budaya kan udah lawas banget tu,, sebelum ajaran agam masuk ke indonesia, tah agama apapun itu.. adat atau tradisi udah dijalan kan manusia duluan,,,sehingga,, orang 2 pertama kali mengajarkan agama di kusus nya orang kita batak ,, MREKA gak mungkin lgsung mengatakan adat itu salah,,karna apa,,kalau dia mngatakan agama yg bnar,, bisa2 dia dibunuh,, ya kan,, karna zaman dulu orang menyembah allah LAIN,,,jd mau gak mau orang yg mau mengajarkn agama KRISTEN KE orang batak,, dia harus ngikut arus aja dulu,, sEbElum ajaran agama di sampaikan,,
    ya itu td ,, soal adat harus dijalani dulu..supaya diterima dia menyebarkan firman tuhan,inti na,, adat itu sah sah aj,, dalam konteks,, kita berpatokan ke firman tuhan,,, truss,, jd sampai skrang generasi2 tetap menjalan kan adat batak,, soal ulos batak,,YA GAK UBAH seperti simbol2 adat yg laen,,trues,,UNTUK comen yg di atas ,, inti na manusia itu cuma karna gak mau repot aj,, kalau mau nikah,, dan butuh banyak biaya,,hehehe,,,tp bgus ko,, jd motivasi buat kaum aDAM BATAK
    kalu cowok2 batak jgn lemah,, smngat kerja supaya dapat bnyak uang dan jalani adat,,gt kira2,, hheehhehE..ya emang harus gt,,kita orang batak kan terkenal dengan kerja keras na,, dan gak LEMAH,,
    trtap smangat,,,
    hidup generasi muda batak… wkkk..
    HORAS,,,,,,,,, JLU

  11. adit doank
    Posted Januari 29, 2010 at 6:38 am | Permalink

    syalom untuk kita semua,,
    horas….>>>
    hemm,,knalkan dulu,, aku salah satu mahasiswa yg ada di jambi,, marga ku saragih simarmata pardosi.
    buat smua tmen si diseluruh indonesia..>>>
    saya suka ada banyak kmentar,,selain wawasan bertambah,,kita juga bisa saling knal,,buat donk nama marga nya,,jadi selain wawasan bertmbah, ,,ya kita bisa saling knal…
    hheehhee
    soal ulos ya..hmmm,,,wenak neh,??
    pd dasar nya argumen swmua nya benar,, dikarenakan,, jumlah kita banyak,, jd prinsip dan beda pendapat itu wajar,,
    jadi disini,,, soal adat,,????
    kita sedikit kembali keblakang,, zaman dulu,,bukan orang batak aj,,bahkan untuk semua suku,,kita tau adat atau budaya kan udah lawas banget tu,, sebelum ajaran agam masuk ke indonesia, tah agama apapun itu.. adat atau tradisi udah dijalan kan manusia duluan,,,sehingga,, orang 2 pertama kali mengajarkan agama di kusus nya orang kita batak ,, MREKA gak mungkin lgsung mengatakan adat itu salah,,karna apa,,kalau dia mngatakan agama yg bnar,, bisa2 dia dibunuh,, ya kan,, karna zaman dulu orang menyembah allah LAIN,,,jd mau gak mau orang yg mau mengajarkn agama KRISTEN KE orang batak,, dia harus ngikut arus aja dulu,, sEbElum ajaran agama di sampaikan,,
    ya itu td ,, soal adat harus dijalani dulu..supaya diterima dia menyebarkan firman tuhan,inti na,, adat itu sah sah aj,, dalam konteks,, kita berpatokan ke firman tuhan,,, truss,, jd sampai skrang generasi2 tetap menjalan kan adat batak,, soal ulos batak,,YA GAK UBAH seperti simbol2 adat yg laen,,trues,,UNTUK comen yg di atas ,, inti na manusia itu cuma karna gak mau repot aj,, kalau mau nikah,, dan butuh banyak biaya,,hehehe,,,tp bgus ko,, jd motivasi buat kaum aDAM BATAK
    kalu cowok2 batak jgn lemah,, smngat kerja supaya dapat bnyak uang dan jalani adat,,gt kira2,, hheehhehE..ya emang harus gt,,kita orang batak kan terkenal dengan kerja keras na,, dan gak LEMAH,,
    trtap smangat,,,
    hidup generasi muda batak… wkkk..
    HORAS,,,,,,,,, JLU

  12. napit
    Posted November 11, 2010 at 5:49 pm | Permalink

    Semua,

    Ada tertulis :

    1 Petrus 1:18 Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas.

    Bukankah adat batak yang kau pegang teguh itu adalah warisan dari ompung-ompung mu (nenek moyang), yang dimata Tuhan itu hanya sia-sia karena tidak menyenangkan hati Tuhan ??

    Baca juga: Galatia 1:14, Markus 7, Matius 15

    Mengertikah kau arti:
    Jangan menyebut nama Tuhan SEMBARANGAN !!
    ================================================

    Ulangan 5:11 Jangan menyebut nama TUHAN, Allahmu, dengan sembarangan, sebab TUHAN akan memandang bersalah orang yang menyebut nama-Nya dengan sembarangan.

    DENGAN SEMBARANGAN maksudnya adalah (contoh):
    Engkau berdoa dan memakai nama Yesus pada pesta adat, apalagi kalau seorang pendeta yang memimpin doa itu, rasanya sudah afdol. Membungkus upacara adat dengan membawa-bawa nama Yesus sama dengan menghujat Tuhan dengan menyebut nama-Nya dengan sembarangan, itulah arti SEMBARANGAN sebenarnya !!

    ADAT BATAK adalah BERHALA
    ==========================

    Dalihan Natolu (Hula-Hula, Dongan Sabutuha, Boru) adalah cara-cara iblis untuk membelokan Trinitas Allah Bapa – Putra (Yesus) – Roh Kudus.

    Dalihan Natolu adalah Trinitas Palsu yang dibuat-buat iblis untuk masuk dalam kehidupan orang batak kristen (serigala berbulu domba), kemudian akan menghancurkan kehidupan mereka agar jauh dari Tuhan !!

    Efek Negatif Orang yang rajin Ber-ADAT
    =====================================

    1 Kor 6:19
    …bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah…

    Percayalah orang-orang yang sering ber-adat akan semakin jauh dengan Tuhan. Orang tersebut
    akan mengalami kemunduran rohani, menggunakan anggota tubuhnya dalam berbuat hal-hal yang menyakiti hati Tuhan.

    Seperti merokok, minum tuak, main judi, kata-katanya kasar, pergi ke orang pintar (padahal dukun), mulai membangun patung-patung atau tugu-tugu (lihat sendiri disepanjang jalan menuju parapat), kau mulai malas ke gereja (tapi kalau pesta adat pasti nongol), jarang baca firman (bukan orang kristen namanya kalau 1 ayat pun perhari dll.

    Padahal tubuhnya adalah Bait Allah, kuduslah engkau karena Allah itu kudus.

    Hukuman Tuhan atas menjalankan adat
    ===================================

    Terus saja jalankan adat batak yang kau anggap sah-sah saja dimata Tuhan..

    Nanti yang merasakan akibatnya bukan kau, tapi Tuhan akan membalaskannya kepada:
    1. Anakmu
    2. Cucumu
    3. sampai dengan keturunan keempat mu,

    Baca Keluaran 20:5
    Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.

    Baca sendiri Ulangan 28:15-68
    Keturunanmu akan (mulai dari anak-anakmu) susah dapat kerja, susah cari nafkah, penghasilan sedikit, usahanya bangkrut, mereka sakit-sakitan, alergi (salah satu penyakit yang tidak bisa disembuhkan, karena alergi adalah penyakit kutuk, susah jodoh, selalu jadi ekor, perpecahan, stress (sakit jiwa), dan masih banyak lagi.

    Lihat saja nanti setelah anakmu dewasa, apa yang terjadi pada keturunanmu kelak. Semua itu akan digenapi. Baru setelahnya engkau akan mohon ampun, atau sama sekali tidak akan sempat.

    Sekarang jawab sendiri.

    Bertobatlah sekarang juga.

  13. bela
    Posted Januari 13, 2011 at 1:31 pm | Permalink

    tuk mr. Napit.

    Saya heran melihat cara pandang saudara seperti memberikan vonis. Harus anda ingat bahkan dalam alkitab juga dikatakan bahwa manusia tidak berhak menghukum apapun dan siapapun. Itu adalah hak mutlak dari Tuhan.

    Apalagi dalam komentar saudara dalam alinea terakhir sangat

  14. constantine
    Posted Mei 31, 2011 at 5:24 pm | Permalink

    Horas ma dihita sude.
    Perkenalkan saya berasal dari keluarga Batak, tapi hidup di Jawa sejak kecil.
    Saya sekolah dan menikah di Pulau Jawa. Istri saya orang Jawa, sampai saat ini saya belum diadati, namun saya sama sekali tidak anti dengan adat batak.
    Soal adat batak, menurut saya kita perlu luruskan menurut apa yang kita yakini. Jadi kita tidak boleh menghakimi seseorang menurut keyakinan kita sendiri. Karena kebenaran hanyalah milikNya.
    Beberapa hal yang berkaitan dengan kegiatan adat menurut saya masih sesuai dengan ajaran Kristiani.
    Contoh :
    1. Dalihan Natolu :
    Dalihan natolu tidak identik dengan Trinitas, itu sangat berbeda konteks. Dalihan natolu dibuat oleh para nenek moyang kita dalam rangka hubungan kita dengan sesama, memberikan pengertian bahwa pada saatnya kita harus saling menghormati, jangan karena sudah kaya kita lupa bahwa kita juga boru, yang saatnya dibagian “dapur”. Bagaimana kita membandingkan Dalihan Natolu dengan Trinitas? Jika kita membandingkannya, maka kitalah yang sebenarnya berdosa. Trinitas adalah TRITUNGGAL MAHA KUDUS, Allah Bapa, Allah Putra, Allah Roh Kudus. Siapa mengatakan Trinitas itu Hula-hula, Dongan Sabutuha dan Boru?? Berdosa kita kalo berfikir seperti itu. Jadi tidak perlu berpikiran negatif terhadap Dalihan Natolu.
    2. Ulos :
    Ulos kalo dijadikan barang suci jelas “salah” dan “dosa besar”. Ulos awalnya adalah kain untuk menghangatkan tubuh, dengan berjalannya waktu banyak kain yang bisa diproduksi dengan lebih banyak dan murah, sehingga ulos menjadi barang yang mahal. Karena ulos semakin mahal karena proses pembuatannya lama, maka ulos tetap bertahan sebagai kain khas orang Batak. Karena fungsinya sebagai penghangat tubuh, maka orang tua2 kita dulu dalam memberikan pasu-pasu sekaligus memberikan ulos dengan harapan itu mengingatkan dirinya bahwa dia telah mendapat pasu-pasu dari orang tuanya (khususnya hula-hula). Salahkah kita memberikan ulos kepada orang lain termasuk anak kita? Apakah ada yang menjadikan ulos barang suci?? Tentu tidak. Jadi apa salahnya dengan ulos??
    3. Patung :
    Siapakah diantara orang batak yang membuat patung dan menyembahnya? Kurasa tidak ada orang batak yang menyembah patung. Patung adalah hiasan yang dibuat manusia menurut kemampuannya memandang seni. Ada patung manusia, patung hewan dan lain-lain. Siapa sudi menyembahnya?? Gak pernah saya tahu ada orang batak yang menyembah patung. (kecuali mungkin yang masih belum beragama).
    Masih banyak hal yang ingin saya berbagi dan menddapat masukan dari semua keluarga Batak untuk menambah pengetahuan saya soal batak.
    HORAS, TUHAN MEMBERKATI

  15. andreas
    Posted Agustus 13, 2011 at 11:55 am | Permalink

    horas……..
    hanya Tuhan yg tahu, yakinilh apa yg km yakini.
    kita percaya dengan sejarah kita walaupun sejarah kita tidak berisikn Tuhan dan kita sekarang ini masih meneruskan sejarah tapi sudah berisikan Tuhan.
    (rohattai ma ta parrohaon)

  16. lisbet siagian
    Posted Agustus 16, 2011 at 10:55 am | Permalink

    Tidak ada yg salah dgn adat, Yesus sendiri hadir pada pesta adat pernikahan yang merubah air menjadi anggur, tidak ada yg salah dengan ulos krn tdk ada yg mengkeramatkan ulos dan memuja ulos, itu adalah kain yg dulu dipake org2tua kita sebagai penghangat badan dan sebagai selimut yg memberi kehangatan, atau sebagai simbol utk kehangatan hubungan yg memberi, jadi kalo di acara adat diberikan ulos berarti orang2 yg memberikan ulos itu mengasihi yg diberikan, sambil memanjatkan doa si pemberi menyampaikan harapan2nya kepada Tuhan terhadap org yg diberi ulos bukan kepada ulos berdoanya, misalnya…hupasahat ma ulos on tuhamu asa mangulosi dagingmu sai Tuhanta ma na mamasu-masu hamu, tubuan anak dht boru…banyak yg bisa diartikan dengan ulos…tapi tdk ada satu pun yg meng kultuskan ulos…

  17. Posted Oktober 28, 2011 at 9:08 pm | Permalink

    horas horas horas buat kta semua
    adat itu peninggalan dari opung kita yang harus kita jaga dan kita hargai, adat itu sama seperti marga yang ada di orang batak…
    bagaimna kta bsa tau memanggil TULANG, NANTULANG, INANGTUA, BPATUA, apalagi PARIBAN, kalau bukan dari adat batak….
    adat batak jangan diperdebatkan.. apalgi yang mengatakan adat batak bertentangan dengan agama kristen,repot amir yang fikiran sprti itu… :)

    KITA HARUS BANGGA MENJADI ORANG BATAK DAN MENJADI ANAK TUHAN YESUS..

  18. boney napitupulu
    Posted Oktober 30, 2011 at 6:41 pm | Permalink

    Sangat menarik sekali dengan hal ini. Ada yang pro dan ada yang kontra, yahhh,,tetapi itu wajar wajar saja…! Adat Batak….dan Adat Batak saya sudah melihatnya dengan serius. saat aku belum dewasa dalam berpikir banyak pihak yang menanyakan dan menyalahkan ulos dan adat batak,,,,karna rasa pengen tahu saya itu ada saya mulai berpikir dan mencoba menelusuri dan mempelajari hal itu. beberapa kali saya ke pesta pernikahan yang berlangsung secara adat batak dan juga acara2 yang lainnya yang menyerahkan ulos pada saat itu.Dan setiap kali saya mau memikirkan hal itu terlebih dahulu saya berdoa agar saya tidak keliru dan mohon kepada Tuhan agar saya dibimbingnya. setelah saya berdoa baru saya melihat dengan teliti pada saat upacara adat tersebut dan serius untuk mendengarkannya. kata pembuka untuk melaksanakan adat itu memohon kepada Tuhan agar dalam acara tsb diberkati…waooo…tidak ada kata2 dari iblis yang keluar…! pada acara ada seperti marpanungkun/bertanya dohot mangalusi/menjawab..artinya agar tidak terjadi kesalahan pada adat itu..yg kita kutip disitu adalah saling menghargai/menghormati dan ini bukan kerjaan iblis. Ulos…yah…pada zaman dahulu kala tidak ada namanya pembuatan celana dan baju di tanah batak,,dan yang ada hanyalah martonun/ tenun. dan orang batak dahulu menggunakan ulos sebagai pakaian,,jadi apakah seseorang itu salah jika dia memberikan ulos…tapi jika anda memakai ulos dan mengkeramatkannya sayapun tidak setuju. Dalam konteks tsb yg ditonjolkan disitu adalah KASIH…apakah kasih itu salah? ingatlah bukan cuma kita hidup dalam dunia ini,,,ingatlah hubungan Vertikal dan Horizontal…! Adat batak itu adalah rasa sosial yang sangat tinggi. dalam adat batak yang berlangsung dari awal hingga akhir selalu mengandalkan Tuhan. Boleh kita berkomentar tetapi ingatlah janganlah pernah menghakimi… hanya Tuhanlah yang menghakimi kita makhluk ciptaannya. kalaupun anda benar cara anda memberi komen tidak tepat karena Kristen itu adalah Kasih. Jadi berkomenlah dengan cara Kasih. tapi kalau saudara tidak berdosa maka saudara mungkin bisa menghakimi kami orang yang melaksanakan adat batak ini.

  19. Posted Juni 15, 2012 at 12:58 pm | Permalink

    arti kata dari ULOS adalah ( Unang Lupa Oloi Sipasingot )
    yang diartikan dalam satu kata kita harus turut semua ajaran yang di ajarkan kepada kita baik secara rohani maupun secara tradisi adat yang ada sampai sekarang ini.

  20. UNEDO
    Posted September 24, 2012 at 10:04 pm | Permalink

    SEBAGIAN Adat Batak dapat merendahkan Tuhan Yesus karena :
    1. Berkat/ Pasu pasu na sian Tuhan Yesus marhite Naposona di Gereja dianggap tidak penuh kalau tidak di tambahin Hula2.

    2. Doa Orang Batak pada acara Adat. membenarkan Adat batak sehingga Pendoa mengatakan adat na pinungka ni ompunami” NASO maralo tu RohaM ”

    3. Ulos dibuat menjadi SAINGAN Tuhan YESUS, melalui ucapannya ” songon godang ni rambuni ulosonma godang ni pasu2 jaloonmu” sambil di uloshon

    4.dll.

    “Mungkin” sebagian ADAT BATAK YANG DIRESTUI TUHAN YESUS.

    1. Partuturan yang sangat Rapi.
    2. Karena Partuturan bisa melaksanakan hubungan antar manusia dengan tertib.
    3. Persatuan yang kuat dalam suka dan duka.

    Yang Harus kita ingat dan Mutlak.

    Dimata Tuhan tidak ada ukuran Dosa / Pelanggaran.

    Berdosa / melanggar akan PatikNa yang di Hukum.

    Upah Dosa ya Maut / Neraka. Titik.

  21. Faisal Bin Manap
    Posted Maret 31, 2014 at 12:21 am | Permalink

    Horas…ma dihita saluhutna BANGSO BATAK.Barita sian sikkola gerep,Kalau kita mau megenal BATAK.Kita harus mengetahui,apa itu BATAK, untuk apa itu BATAK,karna apa ada BATAK,kalau dikatakan BATAK,bermula dan tidak akan berahir. Kita manusia di dalam kelahiran kita semua sama,tapi di dalam kehidupan kita berbeda-beda,tapi kita harus ingat,di dalam kematian kita sama.BATAK tidak pernah memaksa sesiapapun mejadi ORANG BATAK.dan orang BATAK itu sendiri tidak di paksa menjadi ORANG BATAK. yang dikatakan 1 MARADAT,2 MARUHUM 3 MARHAPORSEAON. Tentang perkawinan tidak mau di ULOSI,itu tidak memeningkan BATAK.Tidak nikahpun tidak apa,kawin sifilpun tidak apa,di pasu-pasupun tidak apa,tidak KAWINPUN TIDAK JADI MASALAH, ITU SEMUA LUMRAH HIDUP MANUSIA, MOLO DIBATAK ADAT DO NEGELLENG,ADADATDO NA BALGA,JADI MOLO DI BATAK DANG ADONG MASALAH NASO SELESAI. ALANII DO UMBAHEN NA DI BAHEN OPPUTA DIHITA, DALIHAN NATOLU.BERDIRI SAMA TINGGI,DUDUK SAMA RENDAH. RAPMA HITA MANGARIMANG-RIMANGI DI BAGASAN ROHATTABE. HORAS…Napuran tano-tano ma rangging masiranggongan,badantai ma napadao-dao tondittai ma marsigom goman.


One Trackback/Pingback

  1. [...] Pernikahan Adat Batak Sebenarnya tulisan ini ada komentar dari appara Rivai Sihombing (sebagai penghargaan saya terhadap komentar ini sengaja linknya saya set rel=”friend”) mengenai Pernikahan adat batak yang di posting di artikel Orang Batak yang Menikah Tanpa Adat Batak [...]

Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *
*
*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: