Marga-marga Karo

Suku Karo memiliki sistem kemasyarakatan atau adat yang dikenal dengan nama merga silima, tutur siwaluh, dan rakut sitelu. Masyarakat Karo mempunyai sistem marga (klan). Marga atau dalam bahasa Karo disebut merga tersebut disebut untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan yang disebut beru. Merga atau beru ini disandang di belakang nama seseorang. Merga dalam masyarakat Karo terdiri dari lima kelompok, yang disebut dengan merga silima, yang berarti marga yang lima. Kelima merga tersebut adalah:
Karo-karo
Tarigan
Ginting
Sembiring
Perangin-angin

Kelima merga ini masih mempunyai submerga masing-masing. Setiap orang Karo mempunyai salah satu dari merga tersebut. Merga diperoleh secara otomatis dari ayah. Merga ayah juga merga anak. Orang yang mempunyai merga atau beru yang sama, dianggap bersaudara dalam arti mempunyai nenek moyang yang sama. Kalau laki-laki bermarga sama, maka mereka disebut ersenina, demikian juga antara perempuan dengan perempuan yang mempunyai beru sama, maka mereka disebut jugaersenina. Namun antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bermerga sama, mereka disebut erturang, sehingga dilarang melakukan perkawinan, kecuali pada merga Sembiring dan Peranginangin ada yang dapat menikah diantara mereka.

About these ads

28 Comments

  1. andi
    Posted Juli 18, 2008 at 9:20 am | Permalink

    Saya merasa senang atas artikel yang ditulis oleh penulis dalam internet karena telah menulis artikel pada internet ini.
    Sehubungan dengan perkembangan jaman yang sangat pesat sehingga jaman semakin modern dan akan pasti adanya perubahan-perubahan pada setiap negara akan tetapi budaya tetap tidak akan berubah mengenai adat istiadat.
    Dengan demikian maka kita generasi muda khususnya orang karo harus mempertahankan adat istiadat karo siapa lagi yang harus mempertahankan kalo bukan kita generasi muda-mudi karo.
    Untuk buat penulis artikel saya ucapkan terima kasih dan seyogianya kalo penulis dapat menambahkan artikel yang memuat antara lain :
    1. Marga ada 5 diadat karo yaitu sebagai berikut :
    Karo-karo
    Tarigan
    Ginting
    Sembiring
    Perangin-angin

  2. andi
    Posted Juli 18, 2008 at 9:29 am | Permalink

    Saya merasa senang atas artikel yang ditulis oleh penulis dalam internet karena telah menulis artikel pada internet ini.
    Sehubungan dengan perkembangan jaman yang sangat pesat sehingga jaman semakin modern dan akan pasti adanya perubahan-perubahan pada setiap negara akan tetapi budaya tetap tidak akan berubah mengenai adat istiadat.
    Dengan demikian maka kita generasi muda khususnya orang karo harus mempertahankan adat istiadat karo siapa lagi yang harus mempertahankan kalo bukan kita generasi muda-mudi karo.
    Untuk buat penulis artikel saya ucapkan terima kasih dan seyogianya kalo penulis dapat menambahkan artikel yang memuat antara lain :
    1. Marga ada 5 diadat karo yaitu sebagai berikut :
    Karo-karo
    Tarigan
    Ginting
    Sembiring
    Perangin-angin
    Jadi di dalam pembagian marga tersebut saya ingin tahu pembagian dari ke-5 marga tersebut.

    2. Saya belum terlalu mengerti tentang tata acara proses pernikahan adat karo yang mulai dari pesta embah belo selambar, nganting manok dan pesta adatnya. Saya mohon kepada penulis agar dapat menerangkan yang detail dari proses acara runggu apa-apa saja yang dibahas dalam acara runggu siapa-siapa saja orang yang berkapasitas dalam acara perkawinan adat karo.
    Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada penulis karena telah mendukung mempertahakan budaya karo.
    Bujur ras mejuah-mejuah.

  3. Posted Desember 26, 2008 at 2:59 am | Permalink

    Mejuahjuah,,,,,
    Jujur aja sY blm terlalu paham dg adat karo khususnya erjabu alias pernihakan bagaimana serta bagaimana jika cowok karo nikah dg orang jawa atu justru orang jawa laki-laki nikah dg orang karo dr pihak perempuan…
    sebagai orang karo sy berpesan ayo kita lestarikan dan bangga dg adat kita ini……

    Mechiho Sangapta Ketaren

    F.Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan
    jurusan Kesehatan Masyarakat

    Univ.Jenderal Soedirman Purwokerto….

    salam neh no HP Sy 081327770107

    n e-mail sy michio_fun@yahoo.com

    Bujur ras mejuah-juah………..

  4. Posted Januari 5, 2009 at 8:44 am | Permalink

    Mejuah-juah man banta kerina…………….
    apa gia kita kerina sit lit blog lagu karona tolong share ken ndu gelah na banci si download ..
    lebih rah kurangna bujur melala ku kataken man bandu si enggo git nampati akau…………
    bujur……….bujur…………

  5. Dodo Sinuhaji
    Posted Maret 6, 2009 at 8:29 am | Permalink

    Mejuah juah kita kerina..

    Adi aku sitik saja ngenca,
    Sukse saja man banta kita kerina kalak karo..

    Bujur ras mejuah juah kita kerina

    bujur

  6. Posted April 2, 2009 at 4:34 pm | Permalink

    salam dari saya PARLINDUNGAN. MANULLANG!

    SENANG jg rsnya SAYA BISA MENGETAHUI SITUS ini???!
    yang ingin saya COMMENT/TANYAKAN!

    APAKAH BENAR MARGA KAARO-KARO ITU MASUK JUGA PADA MARGA SIRAJA OLOAN, yang termasuk marga saya sendiri, MANULLANG, dalam MARGA BATAK TOBA!

    MOHON PENJELASAN BENAR/TIDAKNYA??! SALAM: PARLINDUNGAN MANULLANG (SIRAJA OLOAN)!!! ATAS PERHATIANNYA, SAYA UCAPKAN TERIMA KASIH BUAT SAUDARA /I SAYA YANG MARGA KARO-KARO!

  7. santi
    Posted Mei 16, 2009 at 2:14 pm | Permalink

    bagus ya

  8. Posted Mei 29, 2009 at 9:15 pm | Permalink

    saya mau tanya…

    ko kebanyakan orang karo itu tidak mau bergabung dengan Batak Toba? padahal kan kita satu.

    dan ada sebagian orang karo ga suka disebut Batak. kenapa ya? ada sejarahnya ga ya?
    thx ya! Horas..! Majuah-juah

  9. the gintings
    Posted Juni 13, 2009 at 11:49 pm | Permalink

    There is something interesting I found in wikipedia, http//:www.id.wikipedia.org/wiki/Suku_Batak

  10. the gintings
    Posted Juni 14, 2009 at 12:08 am | Permalink

    there is something interesting I found at http://www.id.wikipedia.org/wiki/suku_batak.

  11. lian
    Posted Juli 5, 2009 at 12:02 am | Permalink

    huga berita…… ada ga arti bahasa batak karo ke indonesia…. mejuah juah

  12. lian sembiring
    Posted Juli 5, 2009 at 12:05 am | Permalink

    huga berita ….. knapa setiap acara tahunan dikaro selalu bulan desember… pesta panen

  13. arifinta
    Posted September 5, 2009 at 8:50 am | Permalink

    mari kita hidupkan lagi kumunitas karo di tanah perantauan…Batam jumlah orang karo banyak tapi persadan Merga Silima tidak hidup. Merga Silima seharusnya mempersatukan kita dan menjadi sebuah tauladan bagi generasi muda…adakah anak muda kita yang tahu adat istiadat….wah kayaknya dah punah ditelam kemajuan jaman….

  14. Erick.fonataba
    Posted Desember 15, 2009 at 10:40 am | Permalink

    Saya bukan orang karo tapi saya tertarik mempelajari adat karo…saya ingin mengetahui lebih bnyk tentang adat karo caranya g mana y?adakah yg bisa membantu?

  15. sandy Aguero
    Posted Januari 16, 2010 at 2:22 am | Permalink

    dengan adanya artikel ne,sebaiknya kita semakin dpt mengimplemaentasikan “Bhineka Tunggal Ika” dalam menjalani kehidupan ne……

  16. thea sembiring
    Posted Februari 18, 2010 at 9:35 am | Permalink

    trima kasih karena situs ini saya bisa ngerjai tugas

  17. A.kinacarta.S,milala
    Posted Februari 22, 2010 at 1:19 am | Permalink

    karo bukan bagian dari batak. di sebut batak karo adalah satu isu yang dikembangkan oleh belanda pada jaman penjajahan di indonesia, orang karo tidak pernah menyebut dirinya batak tapi batak karo disebut oleh suku selain dari suku karo

  18. Pikki Brema
    Posted April 12, 2010 at 11:37 am | Permalink

    Salam dr Pikki Brema Karo-Karo ,Adi lit berita Kerja Tahun…..Informasikan gia ban kita-kita ibas web enda….”

  19. Posted Juli 12, 2010 at 5:37 am | Permalink

    mejuah juah man mbanta kerina……..
    mbuah page nisuan merih bebek niasuh………..

  20. devi
    Posted Juli 26, 2010 at 4:02 pm | Permalink

    memang susah ya orang toba nikah sama orang karo?

  21. Rehmalem Tarigan
    Posted Agustus 12, 2010 at 11:15 am | Permalink

    Perkawinan antar suku membuat kita kaya akan budaya ,kalo sudah cinta semua acara adat itu menjadi indah.

  22. Posted September 25, 2010 at 5:49 pm | Permalink

    SYALOM..

    AQ MAU NNYA ?

    KENAPA ORANG KARO NGGAK SUKA LIAT ORANG BATAK??

    TLONG DIBALAS……..

    THANKSSSSS

  23. Posted Oktober 18, 2010 at 3:48 pm | Permalink

    Mejuah juah kita nake…

  24. jaya ketaren
    Posted Januari 20, 2012 at 3:48 pm | Permalink

    sebenarnya emang rumit apakah marga toba menjadi marga orang karo.tapi yg saya telusuri bahwa marga marga toba ,simalungun,dairi yang ke karo dan menjadi bagian dari marga karo adalah;setelah marga marga karo atau setelah ada orang karo .jadi jelas bahwa orang toba ,simalungun dandairi adalah mutlak pendatang.jelas bahwa karo tetap karo

  25. jaya ketaren
    Posted Januari 20, 2012 at 4:00 pm | Permalink

    karena selalu orang orang batak mengatakan bahwa orang karo berasal dari toba ,itu tanpa bukti ….horas lae

  26. robby sembiring
    Posted Februari 4, 2012 at 12:16 am | Permalink

    MEJUAH JUAH MAN BANTA KERINA. SEMOGA KALAK KARO SUKSES KERINA.

  27. Posted November 19, 2012 at 1:41 pm | Permalink

    dulu saya kira orang batak karo berasal dari toba sebagaimana dijelaskan kawan-kawan dari batak toba,tapi dengan uraian ini nampaknya suku karo berbeda dengan suku batak toba umumnya.mohon klarifikasi apakah dugaan saya benar.

  28. Johannes Karo*
    Posted Februari 2, 2013 at 10:39 pm | Permalink

    sapa blg orang karo tajut ma batak. org sama ja ko. karo jg bagian dari sub suku batak ya itu batak karo. ini sudah diteliti oleh para antropolog. walau ada bebrapa org ga suka dibilan batak itu urusan mereka ja. tp aku tgl di Tanah Karo. org karo di sini ngaku ko Batak Karo. gereja GBKP kan Gereja Batak Karo Protestan. masalah ngaku ato gaknya itu personality seseorang. sama seperti suku lain ada juga yg ga suka disebut bagian dari sukunya.


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *
*
*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: