Sejarah HKBP

HKBP sebagai salah satu gereja dengan jemaat terbesar di Asia dan merupakan wadah persekutuan umat Kristen dari suku Batak yang memiliki dinamika di dalam sejarah perkembangannya dari masa ke masa. Dengan berakhirnya krisis HKBP dan penyatuan kembali jemaatnya kiranya dapat menjadi pemacu untuk pelaksanaan pelayanan dan pekabaran Injil bersama-sama dengan jemaat Tuhan lainnya, agar semua suku, kaum dan bangsa yang berada di wilayah Indonesia dan di seluruh dunia mendapat baptisan di dalam nama
Allah Bapa, PuteraNya Yesus Kristus dan Roh Kudus.Kronologi
1825 – 1829 Perang Bonjol : Tuanku Rau menyerang bangsa Batak1834 Datangnya Pdt. Munson dan Pdt. Lyman utusan Kongsi Zending Amerika (Boston), tetapi mereka berdua tewas terbunuh di Lobupining.

1840 Junghun, seorang antropolog datang ke tanah Batak. Melalui kedatanagannya orang Eropa dapat mengenal orang Batak.

1824 Penginjil yang pertama datang ke tanah Batak, yakni Burton dan Ward

1849 Tuan Van der Tuuk dari Amsterdam – Belanda, utusan Kongsi Bible Netherland yang merupakan pembuka (perintis) jalan untuk pelayanan zending kepada suku Batak. Beliau menterjemahkan sebagian isi Alkitab ke dalam Bahasa Batak, menulis tata Bahasa Batak dan membuat kamus Bahasa Batak – Belanda beserta cerita-cerita rakyat.

1853 Akibat perlakuan yang tidak simpatik dari suku Banjarmasin terhadap pendeta, maka Dr. Fabri pimpinan dari Rheinische Zending – Belanda memutasikan para pendeta dari Banjarmasin ke Tanah Batak, setelah membaca surat yang datang dari Tanah Batak tentang pekabaran Injil yang baru dirintis di Tanah Batak.

1857 Pdt. Van Asselt dari Ermelo-Belanda, utusan Ds. Witteveen, melakukan pelayanan di Tapanuli di Desa Pardangsina (Selatan)

31 Maret 1861 Sebagai tanda diterimanya pekabaran Injil di Tanah Batak dimulai dengan adanya baptis perdana yang dilakukan oleh Pdt. Van Asselt terhadap dua orang suku Batak (Jakobus Tampubolon dan Simon Siregar) di Sipirok.

7 Oktober 1861 Pelayanan Rheinische Mission dari Jerman dimulai di Tanah Batak dan merupakan hari lahirnya Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), ditandai dengan berundingnya empat orang Missionaris, Pdt. Heine, Pdt. J.C. Klammer, Pdt. Betz dan Pdt. Van Asselt membicarakan pembagian wilayah pelayanan di Tapanuli.

1862
Berdirinya Jemaat di Sarulla dan Pangalaon Pahae

20 Mei 1864 Pdt. I. L. Nommensen membangun gedung di dusun Dame I yang terletak di Desa Saitnihuta Ompu Sumurung, kemudian dinamakannya Godung Huta Dame.

29 Mei 1864 Pdt. I. L. Nommensen mengadakan kebaktian minggu pertama di Godung Huta Dame, dan meresmikan gereja pertama yang dibangunnya di Tanah Batak, yaitu HKBP Saitnihuta (Huta Dame Saitnihuta) dan HKBP Pearaja (Kedua gereja ini satu kepanitiaan dalam merayakan Pesta Jubileum. Pada tanggal 20 Mei 1964, HKBP Pearaja merayakan Pesta Jubileum ke 100 tahun, tetapi untuk selanjutnya, tanggal 29 Mei merupakan tanggal resmi Pesta Jubileum yang akan dilakukan oleh kedua gereja ini).

25 Desember 1864 Pembaptisan Pertama kepada 3 orang di Gereja Sipirok, yaitu Thomas Siregar, Pilipus Harahap dan Johannes Hutabarat.

27 Agustus 1865 Pembaptisan Pertama kepada 13 orang di Silindung

1867 Berdiri jemaat HKBP Pansurnapitu

1868 Berdiri Sekolah Guru di Parau Sorat Sipirok: Murid pertama berjumlah 5 orang, yaitu: Thomas, Paulus, Markus, Johannes dan Epraim. Guru mereka adalah Dr. A.Schreiber dan Leipold

1870 Permulaan berdirinya Jemaat di Sibolga dan Sipoholon

1872
- Berdiri Sekolah Normal Pemerintah di Tapanuli Selatan
- Berdiri Jemaat di Bahal Batu

1877 Berdiri Seminarium di Pansurnapitu, jumlah murid pertama 12 orang

1878
- Pdt. I. L. Nommensen menerjemahkan Injil ke Bahasa Batak dalam aksara Batak dan aksara Latin.
- 306 Desa di Lembah Silindung masuk dalam pemerintahan Kolonial Belanda

1879 Pdt. Dr. A. Schreiber menterjemahkan Perjanjian Baru kedalam bahasa Batak Angkola

1881
- Diresmikan HKBP di Balige.
- Penyusunan Aturan Dasar dan Aturan Rumah Tangga HKBP, dan Pdt. Dr. I. L. Nommensen diangkat menjadi Ephorus HKBP

1883 Sekolah Pendeta Pertama dibuka dan 4 orang putera Batak pertama untuk Sekolah Pendeta, yaitu : Johannes Siregar, Markus Siregar, Petrus Nasution dan Johannes Sitompul. Tetapi, Johannes Sitompul wafat sebelum menyelesaikan studinya.

19 Juli 1885 Pemberkatan Pendeta Batak yang pertama di HKBP Pearaja, yakni : Johannes Siregar, Markus Siregar, Petrus Nasution.

13 Juli 1889 Diutus RMG Nona Hester Needham (23 Januari 1885 – 12 Mei 1897) melayani kaum ibu dan wanita. Ini menjadi awal pelayanan kepada kaum wanita dan anak-anak di Tanah Batak. Pelayanan Nona Hester Needham dibantu oleh Nona Thora di Silindung dan Nona Nieman di Toba.

1 Januari 1890 Terbit Surat Parsaoran Immanuel (Jurnal Gereja)

8 Januari 1890 Dimulai Nona Hester Needham melayani anak-anak, kaum perempuan di Pansurnapitu, serta turut membimbing murid-murid Sekolah Pendeta di Seminari Pansurnapitu.

1893 Sekolah Zending mendapat subsidi dari Pemerintah

1894 Perjanjian Lama di terjemahkan ke dalam Bahasa Batak oleh Pdt. P.H. Johannsen

16 Juli 1895 Nona Hester Needham ditemani seorang gadis Mandailing, Domi, mengadakan perjalanan ke Muarasipongi Kotanopan.

3 Mei – 26 Juli 1896 Nona Hester Needham melayani di Malintang, menginjili di tengah-tengah penganut agama lain di Mandailing Nametmet. Juli, Nona Hester Needham melayani di Maga hingga akhir hayatnya, serta di makamkan di tanah yang telah dibelinya sebelumnya.

1898 Terbit untuk pertama kalinya Kalender Gereja

1899 Dimulai “Pardonaion Mission Batak” yang didirikan orang Kristen Batak serta dipimpin Pdt. Henock Lumbantobing menginjili di daerah yang belum disentuh Injil, yakni: Pulo Samosir, Simalungun dan Dairi.

1900 Berdiri Sekolah Anak Raja dengan pengantar Bahasa Belanda di narumonda Toba. Guru Pohing dan Pdt. Otto Marcks. Sekaligus berdiri di tempat yang sama Sekolah Tukang.

2 Juni 1900 Berdirinya Rumah Sakit di Pearaja, yang di tahun 1928 pindah ke Tarutung (RSU Tarutung Sekarang)

5 September 1900 Berdiri Perkampungan penderita Kusta di Huta Salem Laguboti.

1901 Seminari Pansurnapitu pindah ke Sipoholon

1903
- Pemberitaan Injil ke Tanah Simalungun dimulai.
- Sekolah anak Raja di Narumonda menjadi Seminarium
- 7 Oktober Pesta Peringatan Kekristenan yang pertama di Tanah Batak.

1907 Berdiri Jemaat di Pematangsiantar

27 April 1908 Hari lahirnya Jemaat di Sidikalang.

1911 Berdiri Distrik di HKBP, yakni : Tapanuli Selatan (dh. Angkola), Silindung, Humbang, Toba (termasuk Samosir), Sumatera Timur (Simalungun – Ooskust).

1912 Pendeta HKBP Pertama di tempatkan di Medan

1917 “Hatopan Christen Batak” berdiri di Tapanuli sebagai organinasi masyarakat.

23 Mei 1918 Pdt. Dr. I.L. Nommensen meninggal dunia di Sigumpar

1918 Pdt. V. Kessel menjadi Pejabat Ephorus hingga tahun 1920

1919 Holland Inland School (HIS) Zending berdiri di Narumonda

1920 Pdt. Dr. J. Warneck dipilih menjadi Ephorus HKBP.

1922
- Pendeta HKBP pertama di tempatkan di Jakarata
- Guru Jemaat HKBP pertama di tempatkan di Padang
- 20 Juni: Sinode Agung (Sinode Godang) I di HKBP

3 Desember 1923 Dimulai pelayanan diakonia di Hepata

1927
- Berdiri MULO Kristen di Tarutung
- Pelayanan kepada kaum Muda yang dipimpin Dr. E. Verwiebe. Pada Juni 1952 dalam rapat Pemuda di Sipoholon ditetapkan menjadi NHKBP, dan menjadi awal minggu kebangkitan NHKBP (Parheheon)

1930 Berlaku Aturan Gereja (AD dan ART) yang baru.

11 Juni 1931 HKBP diakui pemerintah dengan Badan Hukum (Rechtperson) No. 48, yang tertulis di Staatsblad Tahun 1932 No. 360

1932 Pdt. P. Landgrebe dipilih menjadi Ephorus.

1934
-Berdiri Sekolah Tinggi Teologia di Jakarta, utusan HKBP yang pertama adalah : T.S. Sihombing, K. Sitompul, O. Sihotang dan P.T. Sarumpaet.
- Pendeta HKBP pertama di tempatkan di Kutacane, Tanah Alas.
-Berdiri Sekolah Bibelvrouw (Penginjil Wanita) di Narumonda yang dipimpin Zuster Elfrieda Harder. Tahun 1938 Sekolah ini pindah ke Laguboti.

1935 Pentahbisan Bibelvrouw yang pertama

1936 Pdt. Dr. E. Verweibe dipilih menjadi Ephorus.

1940
- 10 Mei semua Pendeta Jerman yang melayani di HKBP dipenjarakan Pemerintah Belanda
- Bulan Mei s/d Juli Ds. de Kleine menjadi Pejabat Ephorus.
- 10-11 Juli : Sinode Godang, Pdt. K. Sirait dipilih menjadi Voorzitter (Ephorus ) yang pertama dari Pendeta Batak.

1942
- Pdt. Justin Sihombing dipilih menjadi Ephorus.
- Tanggal 25 Nopember berdiri Distrik Samosir
- Distrik Jawa Kalimantan berdiri

1945 Kemerdekaan Republik Indonesia

1946
- 2 Februari : Berdiri Distrik Dairi.
- Sekolah Guru Huria (SGH) dibuka kembali di Seminarium Sipoholon

1947 Berdiri kembali Sekolah Pendeta di Seminarium Sipoholon

1950
- 4 Nopember : Berdiri Sekolah Teologia Menengah di Sipoholon
- Pdt. Justin Sihombing dipilih kembali menjadi Ephorus HKBP dan Ds. K. Sitompul menjadi Sekretaris Jenderal melalui Sinode Godang.

1951
- Universitas Bonn menganugerahkan gelar “Doktor Honoris Causa” kepada Pdt. J. Sihombing.
- 29 Nopember : Beridiri Distrik Sibolga dan Medan Aceh.
- Ditetapkan Sinode Godang Konfesi HKBP
- Berdiri Percetakan HKBP di Pematangsiantar

1952
- Berdiri SMA dan SGA di Tarutung
- HKBP menjadi Anggota LWF (Lutheran World Federation)

1954
- Pdt. B. Marpaung diutus Zending Batak menginjili di Pulau Mentawai
- 7 Oktober : Peresmian Universitas Nommensen di Pematangsiantar, sekaligus perpindahan Pendidiakan Teologia dari Seminarium Sipoholon ke Pematangsiantar.
- Nopember : Berdiri Distrik Toba Hasundutan.
- 15 Desember Penyerahan Rumash Sakit HKBP dari Pemerintah ke HKBP.

1955
- 13 Februari : Berdiri Panti Asuhan Elim di Pematangsiantar
- 25 Agustus : Berdiri Sekolah Puteri di Sipoholon

1957 17 Maret : Kirchentag (Kebatian Raya) di Pematangsiantar

1959 Pdt. Justin Sihombing dipilih menjadi kembali Ephorus HKBP dan Ds. T.S. Sihombing menjadi Sekretaris Jenderal. .

1961
- Berdiri Sekolah Tekhnik di Pematangiantar
- 7 Oktober : Jubileum 100 tahun HKBP di Tarutung

1962
- 3-7 Oktober : Sinode Godang Istimewa di Seminarium Sipoholon
- Ds. T.S. Sihombing dipilih menjadi Ephorus dan Ds. G.H.M. Siahaan menjadi Sekretaris Jenderal.
- Ditetapkan Aturan Peraturan (Ad & ART) yang baru.

1963
- Konferensi Kerja HKBP yang pertama.
- 1 September : HKBP Melepaskan HKBP Simalungun menjadi Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS).
- Awal dari Penginjilan di Sakai Kandis Riau.
- Kursus kaum Ibu yang pertama di Sipoholon.

1965
- 7 Februari : Peresmian Asrama Diakones HKBP “Kapernaum” di Rumah Sakit HKBP Balige.
- 9 April : Asrama Bibelvrouw di Sinaksak Pematangsiantar dimulai pemakaiannya, dan diresmikan tanggal 9 Juli 1967.

1966 6 Februari : Peresmian Youth Center “Jetun Silangit”

1967 2 April : Peresmian Asrama Pniel di Rumah Sakit HKBP Balige

1968 19 Februari : Peresmian Gedung-gedung di FKIP Universitas HKBP Nommensen di Pematangsiantar.

1971
- 17 Mei : Pendidikan Diakones dibuka di Balige.
- 17 Mei : Pembaptisan pertama kepada orang Rupat (daerah Penginjilan) sebanyak 136 orang yang dilayankan oleh Pdt. A.B. Siahaan, dkk.
- 11 Desember : Peresmian Asrama Bethel dan Betania di Rumah Sakit HKBP Balige.

1972
- 28 Mei : Peresmian Perkampungan Pendeta Pensiun dan Kantor Departemen Diakonia Sosial di Pematangsiantar.
- Ditetapkan Aturan Peraturan (ADT & ART) yang baru
- 30 Desember: Berdiri Distrik Tanah Alas

1974
- Universitas Wittenberg menganugerahkan gelar “Doktor Hanoris Causa” keda Pdt. T.S. Sihombing.
- 31 Juli : Berdiri Distrik Asahan Labuhan Batu
- Pdt. G.H.M. Siahaan dipilih menjadi Ephorus HKBP dan Pdt. Dr. F.H. Sianipar menjadi Sekretaris Jenderal.
- 2-3 Nopember : Jubileum 75 tahun Zending HKBP.

1976
- 27 Januari: Peresmian Pendidikan Diakones HKBP di Balige
- 2 Agustus: HKBP memandirikan HKBP Angkola.

1978
- 23-27 Januari: Sinode Godang Istimewa di Simanare Sipoholon
- Fakultas Theologia Universitas HKBP diputuskan menjadi Sekolah Tinggi Teologia (STT) HKBP.
- Pdt. P.M. Sihombing, MTh terpilih menjadi Sekretaris Jenderal HKBP

1979 24 Juni: Peresmian Distrik Simarkata Pakpak

1980
- 11 Juni: Kursus Ketrampilan Pria berdiri di Parparean Porsea
- 11 Agustus: Kursus Ketrampilan Wanita berdiri di Doloksanggul

1983
- 24 Februari: Persemian Distrik Tebing Tinggi Deli
- 28 Agustus: Penahbisan Diakones Pertama di HKBP Balige

1985 Februari: Peresmian Distrik Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel)

1986
- 27 Januari: Peresmian Auditorium HKBP di Seminarium Sipoholon
- 27 Juli: Penahbisan Pertama Pendeta Wanita di HKBP, Pdt. Norce P Lumbantoruan, STh
- 14 Agustus: Peresmian Kantor Induk HKBP di Pearaja Tarutung

1987
- 27-31 Juni: Sinode Godang ke 48
- Pdt. Dr. S.A.E. Nababan, LLD. dipilih menjadi Ephorus HKBP dan Pdt. O.P.T. Simorangkir, SmTh. menjadi Sekretaris Jenderal.

1988
- 23 Mei: Berdiri Distrik Humbang Habinsaran
- 10-15 Nopember: Sinode Godang Ke 49 menetapkan Garis-garis Besar Kebijaksanaan Pembinaan dan Pengembangan (GBKPP) HKBP

1990
- 20 – 9 Juli: Perkemahan Kerja Pemuda HKBP di Sipirok
- 10 – 15 Juli: Konferensi Pemuda di Sipirok
- 18 – 21 Juni: Konsultasi Teologia di Parapat

1991 9 – 12 April: Sinode Godang Ke 50

1992 23 – 28 Nopember: Sinode Godang Ke 51. Ada 3 agenda di Sinode Godang ini, yaitu; Penyelesaian Kemelut HKBP, Periode Fungsionaris dan menetapkan Aturan Peraturan (AD dan ART) HKBP untuk tahun 1992 s/d 2002. Sinode berhasil memutuskan: Tim Penyelesaian Kemelut dan Aturan HKBP 1992 – 2002 (AD) tanpa Peraturan (ART). Pemilihan Fungsionaris HKBP tidak terlaksana, terjadi keributan dan perpecahan di tubuh HKBP hingga tahun 1998.

1993 11 – 13 Februari: Sinode Godang Istimewa di Medan melalui undangan Pejabat Ephorus. Di Sinode ini terpilih Pdt. Dr. P.W.T. Simanjuntak sebagai Ephorus dan Pdt. Dr. S.M. Siahaan sebagai Sekretaris Jenderal.

1994
- 29 September – 1 Oktober: Sinode Godang ke 52 menetapkan Aturan Peraturan (AD & ART) tahun 1994 – 2004.
- 23 Oktober: Peresmian HKBP Distrik Indonesia Bagaian Timur (IBT)

1995
- 16 – 17 Juni: Sinode Godang Penyatuan HKBP Simarkata Pakpak Otonom dan GKPPD
- 6 agustus: HKBP memandirikan Gereja Kristen Protestan Pakpak Dairi (GKPPD)
- 24 September: Peresmian HKBP Distrik Jawa Barat, Jawa Tengah dan Yogyakarta (Jabartendy)

1996
- 17 – 22 Nopember: Sinode Godang ke 53 membicarakan Konfesi HKBP

1998
- 26 Oktober – 1 Nopember: Sinode Godang ke 54 di Pematang Siantar / Balige.
- Pdt. Dr. J.R. Hutauruk terpilih sebagai Pejabat Ephorus dengan tugas menyelenggarakan rekonsiliasi selambat-lambatnya enam bulan.
- 17 Nopember: Pernyataan bersama yang ditanda tangani Ephorus Pdt. D. Dr. S.A.E. Nababan, LLD dan Pejabat Ephorus Pdt. Dr. J.R. Hutauruk di Gereja HKBP Sudirman Medan, menentukan rekonsiliasi melalui Sinode Godang Rekonsiliasi tanggal 18 – 20 Desember.
- 18 – 20 Desember: Sinode Godang HKBP di Kompleks FKIP Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. Pdt. Dr. J.R. Hutauruk terpeilih sebagai Ephorus dan Pdt. W.T.P. Simarmata, MA terpilih sebagai Sekretaris Jenderal

2000
- 26 Juli: Konfrensi Nasional HKBP di Convention Center Jakarta
- 21 – 24 Nopember: Sinode Godang di Seminarium Sipoholon nemetapkan ” Kebijakan Dasar Pendidikan HKBP” (KDP-HKBP)

2002
- 30 September – 1 Oktober: Sinode Godang di Seminarium Sipoholon menetapkan Aturan Peratutan (AD&ART) yang baru, berlaku 1 Januari 2004, dan Distrik : Jakarta 2, Kepulauan Riau, Jakarta 3, Riau, Langkat, Wilayah Tanah Jawa, Jambi.;

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu.
Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah …
(Yohanes 15 ; 16a)

19 Komentar

  1. okta
    Dituliskan Januari 22, 2008 pada 11:51 am | Tautan Permanen

    sukses trus ya buat HKBP.ok

  2. yanti sitimpul
    Dituliskan Januari 24, 2008 pada 7:48 pm | Tautan Permanen

    hkbp adalah gereja yang Oke!!!!!
    tp, kalau bisa nantinya hkbp bisa memerima calon pdt, bukan hanya yang bisa marbahasa batak, karena saya tidak terlalu bisa bahasa batak. dan sekarang saya sedang kuliah Teologi di UKSW salatiga Jateng. semoga saya nantinya dapat diterima. yang pastinya saya bangga menjadi orang batak.

  3. Sinuhaji
    Dituliskan Februari 9, 2008 pada 5:51 pm | Tautan Permanen

    Viva Yanti….
    Pasti di Terima lah, ga mungkin kau orang batak, ga di terima di gereja mu sendiri…
    mau jdi apa masa depan gereja kita.
    Jganlag terlalu banyak aturan,klo banyak niat baik yang tertanam di jiwa anak muda sekrang.

    jganlah dihambat kreativitas anakmuda kita.
    Sukses batak…
    GBU

  4. Natal Asido Sitorus
    Dituliskan Maret 4, 2008 pada 1:31 pm | Tautan Permanen

    sebagai mahasiswa teologi, yang saat ini sedang menyusun skripsi yang berkaitan dengan budaya batak, banyak pengetaguan tambahan yang saya dapat. cahyooooooooooo orang batak, GBU Allllllll….

  5. Herman
    Dituliskan Maret 8, 2008 pada 6:37 pm | Tautan Permanen

    Salam Damai Sejahtera,

    Gereja Tuhan di akhir zaman ini bukan saatnya lagi hanya mengutamakan pujian dan penyembahan saja hingga mengabaikan pengajaran Firman Tuhan. Sudah saatnya gereja Tuhan harus bangkit serta sadar bahwa pengajaran Firman Tuhan harus menjadi kebutuhan yang utama. Karena gereja Tuhan tidak akan dapat disucikan apalagi disempurnakan hanya dengan pujian dan penyembahan saja, tetapi hanya oleh kuasa Firman Tuhan kesucian bahkan kesempurnaan dapat tercapai (Yohanes 17:17).
    Ini bukan berarti pujian dan penyembahan menjadi tidak perlu, bahkan ditiadakan. Tetapi pujian dan penyembahan yang benar dan dikehendaki Tuhan adalah yang terjadi karena luapan dari hati yang penuh Firman Tuhan. Tuhan sendiri menghendaki pujian dan penyembahan itu merupakan korban yang kudus, dan kekudusan hanya dapat tercapai oleh kuasa pengajaran Firman Tuhan.
    Akan datang masanya, bila gereja Tuhan hanya mengutamakan pujian dan penyembahan dan tidak mengutamakan pengajaran Firman Tuhan, nubuatan Amos akan digenapi; yaitu: “Aku akan mengubah perayaan-perayaanmu menjadi perkabungan, dan segala nyanyianmu menjadi ratapan …”, dan “… Aku akan mengirimkan kelaparan ke negeri ini, bukan kelaparan akan makanan dan bukan kehausan akan air, melainkan akan mendengarkan firman TUHAN” (Amos 8:10, 11).
    Pengajaran Mempelai Alkitabiah akan memperbarui tiap pelayanan yang dikerjakan untuk Tuhan. Pelayanan itu bukan dilaksanakan begitu saja, tetapi harus mempunyai tujuan, yaitu untuk terbentuknya kesatuan tubuh Kristus yang adalah mempelai perempuan Kristus.
    Pengajaran Mempelai Alkitabiah adalah Firman Tuhan yang akan mengerjakan suatu pembaruan dalam kehidupan secara pribadi, dalam nikah, maupun dalam gereja-Nya. Pengajaran Mempelai Alkitabiah tidak berdasarkan pada satu organisasi gereja tertentu, karena gereja Tuhan yang disebut tubuh Kristus merupakan kesatuan dari banyak anggota. Anggota tubuh Kristus itu sendiri adalah setiap pribadi yang sudah mengalami kelahiran baru (1 Korintus 12:12-27) dan yang secara terus-menerus diperbarui oleh kuasa pengajaran Firman Tuhan (“… dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya” – Kolose 3:9-10). Pembaruan demi pembaruan ini tidak berjalan begitu saja, tetapi mempunyai satu tujuan, yaitu untuk mencapai kesempurnaan sebagai sidang mempelai perempuan Kristus.
    Gereja Tuhan harus mengetahui rencana Tuhan yang agung ini. Karena tiap pribadi yang tidak masuk dalam kesatuan tubuh Kristus (tidak masuk dalam pembentukan sidang mempelai perempuan Kristus), akan mengalami aniaya besar yaitu masa antikris selama tiga setengah tahun. Sedangkan mempelai perempuan Kristus akan terhindar dari masa aniaya besar ini, hingga akhirnya masuk dalam kota Mempelai, yaitu Yerusalem baru.
    Jelaslah sekarang, bahwa dengan Pengajaran Mempelai Alkitabiah di akhir zaman ini akan mencelikkan mata rohani tiap pribadi yang mau menerimanya, untuk mengenal pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria Sorgawi (Efesus 1:17) serta mengerti maksud dan rencana Tuhan yang mulia bagi gereja-Nya, yaitu oleh kuasa Firman-Nya akan menyempurnakan gereja Tuhan menjadi sidang mempelai perempuan-Nya.
    Bila Yesus Kristus, Mempelai Pria Sorgawi, datang pada saat ini, sudahkah kita SIAP sedia? Layakkah untuk masuk dalam perjamuan kawin Anak Domba?
    Mari! Sambutlah undangan Mempelai Pria! Terimalah Pengajaran Mempelai Alkitabiah yang akan menguduskan dan menyempurnakan kehidupan kita! Amin.

    Tentang Pengajaran Mempelai Alkitabiah (PMA)
    PENGAJARAN MEMPELAI ALKITABIAH bukanlah pengajaran yang hanya menekankan kepada ajaran tentang kedatangan Tuhan saja, tetapi juga mengajar bagaimana Gereja Tuhan harus hidup sesuai dengan kebenaran Firman Allah pada akhir zaman ini bahkan mengarahkan pandangan rohani Gereja Tuhan kepada sasaran yang tepat, yaitu menjadi Mempelai Perempuan Anak Domba Allah!

    Apakah Pengajaran Mempelai Alkitabiah itu ?
    Pengajaran Mempelai Alkitabiah adalah pengajaran Firman Tuhan yang akan membawa kita pada rencana Tuhan, membentuk gereja Tuhan menjadi satu tubuh yaitu mempelai perempuan Kristus dengan Kristus sebagai Kepala tubuh atau Suami/Mempelai Pria (Efesus 5:28-29; Kolose 1:18).

    Mengapa Yesus disebut Mempelai Pria Sorga ?
    Dalam Yohanes 1:29, Yohanes memperkenalkan pribadi Yesus sebagai Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Ini mempunyai arti bahwa Yesus adalah Penebus/Juruselamat bagi dunia ini. Sedangkan pada ayat 36, lebih khusus lagi Yohanes ingin memperkenalkan bahwa Yesus sebagai Anak Domba Allah (tanpa ada kata menghapus dosa dunia). Bila kita lihat dalam Wahyu 19:7 disebutkan “… Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba dan pengantin-Nya telah siap sedia.”
    Ini mengandung pengertian yang dalam, bahwa Yesus bukan hanya sebatas Juruselamat bagi dunia ini (Anak Domba yang telah disembelih yang menunjuk pada korban Kristus di kayu salib untuk menghapus dosa dunia – Wah. 5:9), tetapi lebih lagi,Yesus adalah Mempelai Pria.
    Dalam Perjanjian Lama pun, Tuhan memperkenalkan diri-Nya sebagai Suami/Mempelai Pria. Yesaya 54:5 menyebutkan “Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau …”, dipertegas lagi dalam Yesaya 62:5 “Sebab seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu, dan seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.” Demikian juga Hosea 2:18 menyebutkan “Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang”.

    Mengapa Perlu Mengenal Yesus sebagai Mempelai Pria?
    Pengenalan orang Kristen pada pribadi Yesus tidak cukup hanya sebatas sebagai Juruselamat, Penolong dan sebagainya, tapi pengenalan itu harus meningkat sebagai Mempelai Pria. Dan pengenalan ini membutuhkan roh hikmat dan wahyu dari Allah (“… supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. … dan Dia telah diberikan-Nya kepada jemaat sebagai Kepala dari segala yang ada. Jemaat yang adalah tubuh-Nya, yaitu kepenuhan Dia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu.” – Ef. 1:17, 22-23).
    Pengenalan pada pribadi Yesus sebagai Juruselamat, sebagai Penyembuh, sebagai Penolong dan masih banyak lagi yang lain, bukan berarti salah. Hanya saja, Juruselamat ataupun Penyembuh dibutuhkan hanya pada saat keselamatan atau kesembuhan belum didapatkan. Sedangkan Pribadi Yesus sebagai Mempelai Pria bukan dibutuhkan untuk sesaat, tapi hubungan antara suami dan isteri adalah selamanya. Ini juga berarti bahwa hubungan sebagai suami-isteri tidak hanya sebatas “dekat” tetapi lebih lagi adalah “menyatu”.
    Sebagai Mempelai Pria, Yesus juga sangat mengasihi mempelai perempuan-Nya, Dialah yang menjadi Pembela dan Pemelihara (mengasuh dan merawati – “Sebab tidak pernah orang membenci tubuhnya sendiri, tetapi mengasuhnya dan merawatinya, sama seperti Kristus terhadap jemaat” Ef. 5:29).

    Terima kasih.Tuhan Yesus Mempelai Pria Sorga memberkati.

    Dari

    Herman

  6. ridon marbun
    Dituliskan Maret 18, 2008 pada 4:34 pm | Tautan Permanen

    tingkatkan kinerja pdt hkbp apalagi di batam,karna sudah banyak
    orang batak pindah huria,terima kasih

  7. DIANA
    Dituliskan Agustus 6, 2008 pada 4:09 pm | Tautan Permanen

    ehhmmm kalo lg baca sejarah HKBP jd ingat wktu sy ujian naik sidi thn 94 soal2 nya ttg sejarah HKBP ditanah batak nilaiku plg bgus diantara tman2 yg ikut sidi krn sy emang senang dgn story HKBP jd hafal dan bs lancar menjawab dgn lisan ke guru huria. pas bk artikel ini jd kangen bgt ke grjaku di HKBP Pangaloan P.Jae hehhhee….buat Jemaat HKBP dmna aja Bangkit bagi Kristus dan milikilah pengenalan yg benar ttg Yesus dan hidup ssesuai Firman amennn….GBU all…)

  8. Dituliskan Agustus 24, 2008 pada 2:47 am | Tautan Permanen

    bah,mauliate ma tu akka dongan,turlumobi tu Tuhan ta,alana nungga di lehon hapistaron dohot hahipason tu dongan na manuliscerita on,au mewakili gereja HKBP pasar melintang,lubuk pakam,mandok mauliate,songonima hata sian au.HORAS madihita sasudena,Horas!!!!!!!!!!!!!!

  9. Dituliskan Agustus 25, 2008 pada 5:13 pm | Tautan Permanen

    Zending bukannya dari Jerman, setahu saya Zending School berasal dari Missionaris Jerman di Indonesia. saya mengetahui ini karena kakek saya seorang guru Zending di Narumonda Methodus Cerrilyus Tobing 1908 – 1938 (terakhir wakil Kepala sekolah). coba dicari yang mana yang benar. terima kasih.

  10. Howart Marbun Bn
    Dituliskan September 5, 2008 pada 3:02 pm | Tautan Permanen

    Horas,,,

    Tapasada ma rohatta,
    HKBP menerima siapa saja.. dimana saja.. HKBP selalu ada..
    so, tu hita akka dongan raja, hula2, boru-bere, dongan tubu dohot ale-ale, ta paringgas ma na martuhani..(Holan 1x do Saminggu!!!;nger-nger hoo)

    Songonima nang parhalado:
    “MELAYANILAH ENGKAU HAMBA TUHAN BUKAN KARENA PROFESIMU, AKAN TETAPI KARENA DIA TELAH TERLEBIH DAHULU MEMILIH ENGKAU, DAN BUKAN KARENA ENGKAU MEMILIH DIA”

    Syalom::) :)

  11. Jansen Justin
    Dituliskan Januari 6, 2009 pada 4:17 pm | Tautan Permanen

    kenapa krisis hkbp tahun di awal “94 tidak ditulis? itu kan juga bagian dari sejarah hkbp, meskipun sejarah kelam dan terburuk……

  12. jenni R. P.
    Dituliskan Januari 29, 2009 pada 4:16 pm | Tautan Permanen

    HKBP…..OK….banget…..(aku besar, SKM, Sidi, Naposobulung di HKBP)
    Note:
    Tapi, banyak jemaat HKBP menganggap gereja/jemaat lain tidak bagus, dan jika seorang jemaat HKBP pindah ke gereja lain dianggap murtad atau seakan2 bali agama….; jangan gitu dong….. aku jadi sedih karna aku gerejanya tidak di HKBP lagi….ikut suami yang menjadi seorang pelayan di gereja lain

    seperti yang ito bilang, semoga hanya sebagian ruas HKBP yang berpikiran seperti itu. salam buat lae ya

  13. Dituliskan Februari 22, 2009 pada 1:38 pm | Tautan Permanen

    MAJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU…

  14. Dituliskan Februari 22, 2009 pada 1:42 pm | Tautan Permanen

    MAJUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUU…
    orang BATAK…

    saya sangat bangga menjadi orang BATAK….

    saya sangat senang gereja di HKBP sebab saya dari kecil slalu bergerEja di HKBP….

  15. septiyan simanjuntak
    Dituliskan April 25, 2009 pada 12:40 pm | Tautan Permanen

    JAYA HKBP

    saya seorang pelajar sidi di HKBP RESORT JATIASIH
    saya sangat bangga menjadi orang batak
    apalagi satelah saya buka situs ini saya jadi tau sejarah gereja hkbp
    dan yang lebih penting lagi saya bisa tau sejarah hkb dari dlunya
    sangat bermanfaat sekali buat saya sebagai elajar sidi yang pengen ujian malua

    jaya terus HKBP

  16. williams
    Dituliskan Mei 5, 2009 pada 11:33 pm | Tautan Permanen

    Shalom saya hanya ingin memberikan suatu pandangan saja, kita memang boleh memegang teguh prinsip kita tetapi jangan lupakan saudara-saudara kita yang bukan sealiran ( air kalee…) karena saya banyak menjumpai orang-orang batak itu selalu mendirikan suatu kumpulan-2 atau kubu-2 bagi mereka sendiri tidak mau ada orang luar yang masuk, dan juga jangan ada sampai yang saling menjatuhkan itu tidak baik.red. Jangan memberikan kesan bahwa gereja HKBP lah yang terbaik yang lain lewat…itu tidak boleh, kita tidak boleh egois, gereja lain juga memperkenalkan Tuhan yang sama. Saya berbicara demikian tidak asal ngomong saya juga mengalami atas tindakan2 orang Medan yang anehnya lagi tidak sekali aja, saya banyak temen orang batak juga dan memang tidak semua begitu hanya sekian persen saja, tetapi saya tetap mengasihi mereka. Maaf bila ada perkataan yang tidak enak, tetapi saya ingin memberikan suatu kritikan yg membangun bagi kita semua. (di hadapan Tuhan kita hanyalah debu dari tanah yang sama).

  17. virgia 3.55
    Dituliskan September 29, 2009 pada 7:35 pm | Tautan Permanen

    salam sejaterah HKBP …

    maju truZzz yaCH !!!

    haleluyah
    (.^_^.)
    g8u

  18. eva olivia hutasoit
    Dituliskan September 30, 2009 pada 12:28 pm | Tautan Permanen

    saya hanya ingin bertanya, bagaimana caranya saya bisa mencintai gereja saya yaiut HKBP

  19. Dituliskan Oktober 19, 2009 pada 3:21 am | Tautan Permanen

    Wah.. aku punya pikiran beda neh..
    dengan sejarah berdirinya yang luar biasa, dan pastinya rancangan tuham yang besar aku bangga dengan HKBP, aku sekarang tidak gereja di HKBP lagi tapi aku yakin HKBP merupakan gereja yang lua biasa. Aku tak tahu bila aku tak kenal HKBP maka aku mungkin tak kenal yesus sebagai juru selamatku.

    patut direnungkan
    Seorang Nomensen yang merupakan keturunan jerman jauh datang ke tanah batak yang merupakan pedalaman pada masanya hanya untuk sampaikan INJIL agar Kamu semua dan juga saya bisa mendapatkan air kehidupan itu… wah luar biasa
    Bapak Nomensen.. meninggalkan semua kenyamanan hidupnya di eropa, tidak hanya itu tetapi juga keluarganya. semuanya ditinggalkannya hanya demi melayani kita.. aku bangga dengan rasul yang ini.. dia pribadi yang luar biasa..

    tapi tahun 1990-an Gereja ku ini mengalami kemunduran yang luar biasa mereka tinggalkan KASIH dan saling bertengkar. setahuku ketika aku masih ekolah minggu pertengkaran di HKBP ini memakan korban jiwa. luar Biasa…….

    kalo teman-teman bisa buka koran SIB dan WASPADA sekitar tahun 1990-an mungkin teman-teman bisa lihat beritanya. Katanya rekonsiliasi terjadi tetapi menurutku itu belum terjadi. masih bayak luka batin yang tersembunyi dalam akibat pertikaian itu. bayak gereja HKBP yang masih tetap terpecah, gereja yang terpecah tidak bersatu dalam semuah jemaat yang satu tetapi mereka tetap mendirikan gereja HKBP dengan resort atau nama resort baru baru. ini bukan penyatuan menurut saya.

    lebih buruk lagi yang pernah saya dengar katanya keuangan HKBP sedang kacau…
    bahkan dana pensiun para pensiunan pendeta HKBP sedang dalam keadaan darurat. bisa dibayangkan bagaimna bila kehidupan para pelayan tuhan diabaikan. ini dangat memprihatinkan… Banyak orang yang berkecukupan di HKBP tetapi apakah masuk akal bila pensiunan pendetanya dalam keadaan minus. wah…

    ini merupakan titik balik aku menjadi sangat mencintai HKBP. walau aku hanya saat natal ketika pulang ke pematangsiantar aja gereja di HKBP. tetapi aku memiliki cinta yang lebih lagi buat HKBP dari sebelumnya.

    aku bercita-cita suatu saat ketika aku di usia 50-an ketika aku sudah punya tabungan yang cukup maka aku akan menjadi pekerja sukarela di gereja yang sangat kubanggakan ini. aku akan coba kembali bangkitkan semangat kaum muda HKBP kemudian mencari orang yang bisa mencari dana-dana yang dibutuhkan buat para pelayan HKBP agar lebih layak lagi hidupnya.

    kalo teman-teman ingin tahu tentang semangat penginjilan HKBP. tanya saja pada orang-2 yang ikut penginjilan di mentaway dan rupat.. banyak kisah-kisah pahlaan iman ternyata disana… itu yang hars dibangkitkan lagi. Pelayanan penginjilan di HKBP itu ada. HKBP emang wah…. luar bisa… Haleluya….

    Porutaku Maniku


Tulis sebuah Komentar

Alamat email kamu tidak akan pernah dipublikasi ataupun disebarluaskan. Ruas dengan tanda * harus diisi.
*
*