Tapanuli, perawan ayu yang lagi berhias

Sekitar 34,92% luas Tapanuli Utara berupa lahan berbukit. Dari ketinggian bukit memandang ke bawah, tampak perkampungan rumah-rumah penduduk yang dipagari pepohonan, di sela-sela hamparan sawah. Tapanuli Utara sarat gunung, lembah dan ngarai menawan.

Jika Anda berangkat dari Medan, maka Anda bisa melalui kota Sibolga menuju kota Tarutung dengan lama tempuh sekitar 2 jam dengan naik mobil. Selain kondisi jalannya baik dan mulus, kita juga dapat menikmati pemandangan kebun karet, kelapa sawit serta hutan-hutan yang ada di sepanjang lereng Bukit Barisan. Selain itu, kota-kota wisata Tapanuli Utara juga memiliki sungai-sungai dan gunung-gunung yang indah.

Dari Desa Hutabarat tampak sungai Situmandi yang mengalir membelah pematang sawah dan perkampungan penduduk. Sungai sepanjang 10 kilometer (km) ini, bermuara ke Samudera Indonesia, 66 km Barat Tarutung. Tampak di Kejauhan Dolok Martimbang, Dolok artinya gunung yang tingginya kurang lebih 1.500 meter.

Di Tapanuli Utara terdapat 7 sungai besar atau Aek, yaitu Sarulla, Sigeaon, Sibundong, Situmandi, Batang Toru, Puli dan Halian. Setiap aek mempunyai fungsi dan manfaat bagi masyarakat sekitarnya.

Beberapa sungai punya legenda yang berbau mistis, dan ada pula nyanyian tentang sungai yang digubah oleh komponis Batak.

Bakkara adalah nama desa berlembah di Kecamatan Muara di tepi Danau Toba. Di sini terdapat istana Raja Sisingamangaraja yang dipugar tahun 1992. Makam Raja Sisingamangaraja X dan XI terdapat di kompleks istana ini. Daerah Bakkara pada awal abad ke-20 merupakan pusat kerajaan dari Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII (ditetapkan melalui Surat Keputusan Pemerintah RI No. 590 tanggal 9 November 1961). Raja Sisingamangaraja XII gugur tahun 1907 dalam pertempuran melawan Belanda di kaki gunung Sitapongan dekat Pearaja Tapanuli Utara, dimakamkan di Soposurung, Balige. Memasuki kompleks istana Raja Sisingamangaraja di Bakkara ini dari pintu gerbang tampak bunga Bugenfil Bangkok putih dan tatanan batu-batu kali yang indah menggoda mata.

Anda juga dapat mungunjungi Huta Ginjang yang artinya dataran tinggi. Bentuknya menyerupai bukit cantik, berada 200 meter di atas permukaan air Danau Toba. Anda dapat duduk-duduk di atas bukit ini sambil minum kopi, sekaligus menikmati desir angin sejuk nan sepoi-sepoi.

Anda juga bisa menikmati sumber air panas yang di dalamnya terdapat kandungan belerang dan soda tersebar di beberapa tempat di Tapanuli Utara. Antara lain di Kecamatan Pahae Jae, Dolok Sanggul, Sipoholon dan Pagaran. Lokasi sumber air panas ini sebagian telah dikembangkan dan diolah secara komersial untuk sarana mandi umum.

dikutip dari berbagai sumber

About these ads

3 Comments

  1. arsian napitoepoeloe
    Posted November 6, 2008 at 9:42 am | Permalink

    horas dari saya dari malaysia
    jika ada kesempatan sila email saya rallnaz_04@yahoo.com

  2. jenni R. P.
    Posted Januari 29, 2009 at 12:45 pm | Permalink

    Singkat banget……………..

  3. fernando manullang
    Posted Juli 31, 2010 at 8:14 am | Permalink

    horas tano batak…mari kita lestarikan tanah batak dan pelihara situs2 yg ada…mohon maaf sedikit saya koreksi tg info yg d atas…”sisingamangaradja-XII” gugur bukan di “SITAPONGAN”..tapi lebih tepat nya di desa “Sionom hudon,Parlilitan,Tapanuli utara[sekarang menjadi Kab,Humbang hasundutan]“…terimakasih…horas


Tulis sebuah Komentar

Required fields are marked *
*
*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 36 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: